2 Penyebab Negosiasi AS-Iran Gagal yang Bikin Israel Senang

12 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4) gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.

Pembicaraan itu berlangsung hingga dini hari, dengan kedua negara tidak menemukan titik terangan dalam beberapa pembahasan isu krusial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi AS," kata Wakil Presiden JD Vance, kepala delegasi AS, kepada wartawan sesaat sebelum ia meninggalkan Islamabad.

"Jadi kami kembali ke AS tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami," tambahnya, dikutip dari Reuters.

ABC News melaporkan Israel langsung mempersiapkan pasukannya terkait kemungkinan gelombang serangan baru terhadap Iran setelah negosiasi AS-Teheran gagal.

Sejumlah media Israel yang mengutip beberapa pejabat melaporkan pemerintah senang negosiasi Iran dan AS di Islamabad gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Berikut dua penyebab negosiasi AS-Iran gagal mencapai kesepakatan yang dirangkum CNN Indonesia:

1. AS 'kekeh' Iran harus setop senjata nuklir

Dilansir The Times, bagi AS, hambatan utama dalam tercapainya kesepakatan adalah isu senjata nuklir.

Iran tidak menyetujui sejumlah tuntutan utama AS, seperti penghentian total pengayaan uranium, pembongkaran fasilitas nuklir utama, serta pemindahan stok uranium yang telah diperkaya keluar dari Iran.

"Pihak AS akhirnya gagal memperoleh kepercayaan delegasi Iran dalam putaran negosiasi ini," ujar Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.

Menurutnya, Iran telah dua kali dikhianati oleh AS saat perundingan yang membahas program nuklir pada perang 12 hari Iran vs Israel pada Juni 2025.

Namun, saat perang, AS menyerang Iran dan menghancurkan sejumlah situs nuklir Teheran untuk yang pertama.

Sehingga, Qalibaf menyatakan Teheran meminta jaminan bahwa perang benar-benar berakhir kali ini dan serangan tidak akan kembali terjadi setelah mereka memberi konsesi.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Kepala Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menegaskan tidak ada negara yang dapat mencabut hak Republik Islam untuk melakukan pengayaan nuklir.

"Dasar dari industri nuklir adalah pengayaan. Apa pun yang ingin dilakukan dalam proses nuklir, diperlukan bahan bakar nuklir," kata Eslami, seperti dikutip Etemad pada Kamis (19/2).

"Program nuklir Iran berjalan sesuai aturan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan tidak ada negara yang dapat mencegah Iran memanfaatkan teknologi ini secara damai," tambah dia, dikutip AFP.

2. Polemik politik di Selat Hormuz

Pejabat AS menyebut para negosiator Iran tidak bersedia membuka sepenuhnya Selat Hormuz tanpa memungut sejumlah biaya bagi kapal yang melintas.

Iran memperbolehkan kapal yang melintasi Selat Hormuz harus membayar biaya yang telah ditetapkan Iran.

Dalam proposal perdamaian, Iran telah mengajukan syarat pengendalian Selat Hormuz kemungkinan tarif dikenakan hingga US$2 juta (sekitar Rp34,19 miliar).

Sejumlah kapal juga telah membayar tarif itu untuk melewati Selat Hormuz, termasuk China. Hal itu berdasarkan laporan terbaru Llyod yang tertera di situs Kemendag China.

Selain itu, Trump juga telah mengusulkan pengelolaan bersama Selat Hormuz oleh AS dan Iran namun Teheran menolak gagasan itu.

Iran menegaskan selat itu berada di perairan Iran dan Oman, sehingga pengelolaan jalur strategis itu merupakan tanggung jawab kedua negara itu.

Pembatasan Selat Hormuz dilakukan setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari. Penutupan ini kini memicu gejolak di pasar energi global, serta tekanan politik bagi Trump di dalam negeri.

Para negosiator Iran, yang menyadari posisi tawar tinggi dari Selat Hormuz, menolak memenuhi tuntutan untuk membuka kembali jalur itu sebelum tercapai kesepakatan final.

(rnp/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |