Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz usai Amerika Serikat dan Israel menyerang Teheran.
Penasihat senior IRGC, Ebrahim Jabari, pada Minggu (1/3) mengatakan Selat Hormuz sekarang telah ditutup dan kapal apa pun yang melintas akan diserang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selat telah ditutup. Siapapun yang mencoba melintas, IRGC dan angkatan laut reguler (Iran) akan membakar kapal-kapal tersebut," kata Jabari dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Penutupan Selat Hormuz telah mengakibatkan harga minyak dunia meroket hingga lebih dari 15 persen.
Apa itu Selat Hormuz dan mengapa ini krusial dalam perang AS-Israel vs Iran?
Selat Hormuz merupakan jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempir selebar 33 kilometer ini terletak di antara Semenanjung Arab dan pantai selatan Iran.
Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena bertanggung jawab atas lalu lintas sekitar 20 hingga 30 persen minyak mentah dunia dan gas alam cair (LNG).
Gangguan di Selat Hormuz, seperti penutupan, dapat mengakibatkan guncangan dahsyat bagi perekonomian dunia.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui Selat Hormuz untuk dibawa terutama ke Asia.
Qatar, salah satu pengekspor gas alam cair terbesar di dunia, juga mengirimkan hampir semua LNG-nya lewat Selat Hormuz.
Pada 2019, Iran sempat mengancam akan memblokade Selat Hormuz sebagai respons terhadap tekanan geopolitik dan ekonomi dari AS dan negara Barat. Ancaman ini saja sudah menyebabkan ketegangan signifikan di pasar minyak.
(blq/bac)

9 hours ago
4















































