AS Jatuhkan Sanksi Baru bagi 'Donatur'Mojtaba Khamenei

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan penyandang dana utama Iran, Ali Ansari dan 13 individu serta entitas lainnya, yang diduga terkait dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Sanksi ini juga diumumkan pada hari yang relatif tenang usai seminggu konflik yang kembali memanas, setelah Iran menyerang tiga kapal tanker komersial Qatar dan Saudi yang mendorong AS menyerang Iran. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Mengutip Reuters, Ali Ansari merupakan seorang bankir dan pengusaha Iran yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab. Ali Ansari sebelumnya juga dikenai sanksi oleh Inggris karena disebut berperan dalam mendukung secara finansial kegiatan Garda Revolusi Iran (IRGC).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ansari disebut telah mengalihkan kekayaan yang didanai publik ke portofolio properti dan kepemilikan komersial yang luas di luar negeri untuk memperkaya dirinya sendiri, elite pemerintah, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Departemen Keuangan AS menyebut Ansari sebelumnya merupakan pemilik dan direktur Bank Ayandeh yang dikenai sanksi AS. Bank itu kini bangkrut dan ditutup atas perintah pemerintah Iran pada pertengahan Oktober 2025.

Ia disebut menggunakan banyak perusahaan cangkang dan rekening bank di berbagai yurisdiksi untuk mengumpulkan aset senilai jutaan dolar di bawah Smart Global Limited yang berbasis di Saint Kitts dan Nevis, sebuah perusahaan induk yang didirikan pada 2011.

"Meskipun atas nama Ansari, banyak dari kepentingan keuangan ini pada akhirnya dipegang untuk keuntungan finansial Mojtaba Khamenei, keluarganya, dan elite Iran lainnya dalam rezim, dan IRGC yang telah melindungi Ansari dari hukuman meskipun korupsinya yang terang-terangan dan kerusakan signifikan yang telah ia timbulkan pada ekonomi dan rakyat Iran," tulis pernyataan Departemen Keuangan AS.

Selain itu, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan juga menargetkan tiga perusahaan pertukaran mata uang yang berbasis di Iran dan 'perusahaan fiktif' asing yang menurut mereka memindahkan miliaran dolar AS setiap tahun atas nama bank-bank Iran yang dikenai sanksi, menggunakan lapisan perusahaan cangkang untuk menyembunyikan aktivitas ilegal pemerintah.

"Amerika Serikat mengambil tindakan tegas untuk memutus jalur keuangan yang menopang elit penguasa Iran," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott.

OFAC juga mengumumkan tindakan terhadap warga negara Iran yang terlibat dengan tiga perusahaan penukaran mata uang tersebut, serta CDM Trading Limited yang berbasis di Hong Kong, dan Naba Alzaki Raw Materials Trading LLC, yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Dengan menargetkan jaringan ini, Amerika Serikat secara langsung dinilai turut mengganggu kemampuan rezim Iran untuk mengakses mata uang asing dan melakukan aktivitas keuangan internasional.

(mnf/har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |