Chaos, Anggota Parlemen Turki Adu Jotos saat Lantik Menteri Erdogan

14 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Kericuhan terjadi saat rapat parlemen Turki menyusul keputusan Presiden Recep Tayyip Erdogan menunjuk sosok kontroversial yakni Kepala Jaksa Istanbul Akin Gurlek sebagai Menteri Kehakiman dalam perombakan kabinet terbatas, Rabu (11/2).

Rusuh bermula kala anggota parlemen oposisi berupaya mencegah Gurlek mengucapkan sumpah jabatan dengan menyerbu menuju podium, memicu aksi saling dorong yang cepat berubah menjadi aksi adu jotos antara sesama menteri dan anggota parlemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir situs Gulf News, rekaman video menunjukkan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Erdogan melindungi menteri itu ketika kekacauan terjadi.

Gurlek tetap dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan dengan pengamanan dari anggota partai berkuasa.

Mengutip laporan Associated Press (AP), Gurlek dianggap sebagai figur kontroversial karena rekam jejaknya saat menjabat Kepala Jaksa Istanbul.

Ia memimpin sejumlah persidangan terhadap anggota partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), serta menangani berbagai kasus besar terhadap tokoh oposisi.

Salah satu adalah penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, dipandang sebagai rival terkuat Erdogan dalam pemilihan presiden mendatang.

Para pengkritik menilai pemerintah menggunakan lembaga peradilan sebagai alat untuk melemahkan lawan politik.

Dalam reshuffle yang sama, Erdogan juga menunjuk gubernur provinsi Erzurum di wilayah timur, Mustafa Ciftci, sebagai Menteri Dalam Negeri.

Perombakan ini menjadi reshuffle kabinet pertama Erdogan sejak pemilu 2023 dan mencerminkan semakin tajamnya polarisasi politik di Turki.

Tidak ada alasan resmi yang diumumkan terkait perubahan kabinet, meski lembaran resmi pemerintah menyebut para menteri yang diganti "meminta dibebastugaskan" dari jabatannya.

Penunjukan baru ini berlangsung di tengah perdebatan reformasi konstitusi dan upaya perdamaian dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) untuk mengakhiri konflik puluhan tahun.

Parlemen diperkirakan akan mengesahkan reformasi guna mendukung proses tersebut.

Insiden di parlemen itu menarik perhatian internasional dan menyoroti rapuhnya standar demokrasi di salah satu negara anggota penting Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya ketegangan regional, kekerasan di parlemen ini mencerminkan naiknya tensi politik menjelang pemilihan presiden 2028.

(rnp/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |