Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Sumber Daya Air China mewanti-wanti potensi banjir susulan dalam tiga hari ke depan menyusul banjir bandang dan longsor yang menerjang perbatasan negara itu dan Nepal.
Kementerian itu menyebut ada bendungan besar yang terbentuk di Nepal dekat pertemuan sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo. Kedua sungai itu berhulu di Tibet dan menyatu sebelum mengalir melewati perbatasan menuju Nepal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Nepal, aliran tersebut dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi, yang merupakan anak sungai utama Sungai Trishuli. Dalam pernyataan resmi, kementerian memperingatkan danau itu sudah meluap dan bisa jebol dalam hitungan hari.
Per Kamis (27/8) pagi, volume air di danau tersebut mencapai 2 juta meter kubik dan sudah meluap. Volume air akan terus bertambah dan diprediksi mencapai 3 juta kubik dalam tiga hari kedepan. Jika hal itu terjadi risiko danau jebol sangat mungkin terjadi, demikian menurut kementerian.
Saat ini, Kementerian Sumber Daya Air China terus memantau perkembangan secara cermat, melakukan simulasi, dan analisis banjir untuk mempersiapkan diri potensi banjir, demikian dikutip Global Times.
Peringatan ini muncul saat banjir dan longsor menerjang perbatasan China-Nepal pada Rabu.
Otoritas Nepal melaporkan 392 orang tewas dan lebih dari 1.400 warga masih hilang hingga Jumat (28/8). Mereka yang hilang termasuk warga India, Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Australia.
(isa/rds)

4 hours ago
3

















































