Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 911 orang tewas imbas gelombang panas ekstrem menerjang sejumlah wilayah di Belanda pada periode 22 Juni hingga 5 Juli.
Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) melaporkan angka kematian itu mayoritas warga di daerah selatan dan timur yang mencatat suhu tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RIVM mencatat pada 22-28 Juni terdapat 586 kematian, dan pada 29 Juni hingga 5 Juli ada 325 kasus kematian. Jika dijumlahkan kasus kematian mencapai 911.
Badan itu menyatakan "sangat mungkin" kasus kematian tersebut terkait dengan gelombang panas. Namun, penyebab ratusan kasus kematian itu masih diselidiki, demikian dikutip Anadolu Agency, Rabu (15/7).
Badan itu juga melaporkan sebagian besar korban meninggal berusia di atas 80 tahun.
RIVM menyebut orang lanjut usia sangat rentan selama periode panas ekstrem karena organ mereka berfungsi kurang efektif, kurang berkeringat, dan lebih mungkin mengalami dehidrasi.
RIVM juga mencatat orang dengan kondisi jantung, pembuluh darah, dan paru-paru kronis juga menghadapi risiko yang lebih tinggi karena panas dapat memperburuk gejala.
Tak cuma itu, RIVM melaporkan kualitas udara yang buruk selama gelombang panas menambah risiko kesehatan bagi orang-orang yang rentan.
Cuaca ekstrem itu membuat badan metereologi Belanda untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi.
Belanda sempat mencatat suhu panas ekstrem 38 hingga 40 derajat Celsius.
Selama dua bulan terakhir, gelombang panas menerjang sejumlah wilayah di Eropa termasuk Prancis dan Jerman.
Jaringan pemantauan angka kematian European Mortality Monitoring (EuroMOMO) mencatat terdapat 10.650 kematian di seluruh Eropa imbas gelombang panas.
Mereka melaporkan lebih dari 9.000 kasus itu terkait orang berusia 65 tahun ke atas.
"Terjadinya angka berlebih seperti ini di waktu seperti ini di tahun ini sungguh tidak biasa. Angkatannya sangat tinggi," kata Kepala Dokter di Statens Serum Institut Denmark, Lasse Vestergaard, yang menginisiasi EuroMOMO.
"Sulit untuk menjelaskan angka kematian berlebih (excess) yang tinggi ini selain karena cuaca panas ekstrem," imbuh dia.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5
















































