Jakarta, CNN Indonesia --
Senjata dan amunisi yang dicuri dari gudang militer Israel selama perang di Jalur Gaza Palestina dilaporkan telah beredar di tangan kelompok kriminal. Senjata yang disebut ikut dicuri termasuk roket anti tank LAW dan berbagai amunisi militer.
Laporan tersebut disampaikan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Kamis (17/9). KAN menyebut militer Israel kemungkinan tidak mengetahui jumlah pasti senjata dan amunisi yang dicuri dari gudang dan kini berada di luar kendali mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua insiden yang melibatkan roket LAW tercatat pada pekan ini di kota Arab Sajur dan Jaljulia.
KAN menyebut karakter sejumlah insiden terbaru serta penurunan harga senjata di pasar gelap menunjukkan bahwa pencurian senjata kemungkinan berlangsung dalam "skala besar".
Senjata tersebut diduga dicuri setelah gudang unit darurat militer Israel dibuka selama perang. KAN juga menambahkan bahwa amunisi yang hilang dapat dicatat sebagai telah digunakan dalam pertempuran sehingga menyulitkan pihak berwenang mengetahui jumlah sebenarnya yang dicuri.
Selain senjata dan amunisi, penggunaan drone untuk aktivitas kriminal juga dilaporkan meningkat tajam.
Jumlah insiden kriminal yang melibatkan granat tangan melonjak dari 75 kasus pada 2023 menjadi 988 kasus pada 2024. Angka tersebut setara dengan hampir tiga insiden setiap hari.
Di Nazareth, sebuah granat tangan bahkan dijatuhkan dari sebuah drone pada pekan ini.
Investigasi unit Lahav 433 kepolisian Israel juga menemukan perusahaan-perusahaan di komunitas Badui membeli ratusan drone pengangkut kargo berukuran besar menggunakan faktur palsu.
Namun, drone-drone tersebut belum ditemukan. Pihak berwenang juga belum mengetahui lokasi maupun penggunaan drone tersebut.
KAN melaporkan bahwa terdapat penilaian di kalangan aparat bahwa sebagian drone kemungkinan digunakan dalam operasi penyelundupan.
Kepolisian Israel, militer, badan keamanan Shin Bet, dan lembaga keamanan lainnya kini menilai skala ancaman yang ditimbulkan oleh penggunaan drone untuk aktivitas kriminal.
Mereka juga tengah mengembangkan langkah-langkah untuk menghadapi ancaman tersebut, menurut laporan KAN.
(mge/rds)

1 hour ago
1















































