Hamas Respons soal RI Bakal Kirim 8 Ribu Tentara untuk ISF ke Gaza

11 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, buka suara soal rencana Indonesia mengirim 8 ribu tentara untuk bergabung Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Jalur Gaza Palestina.

ISF merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamdan mengatakan Hamas dan warga Palestina di Gaza menolak segala bentuk pengerahan pasukan asing di sana. Dan hal itu, kata Hamdan, telah diberitahukan juga kepada pemerintah Indonesia.

"Kami telah memberi tahu semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa kami, warga Palestina tidak membutuhkan kekuatan atau pasukan (asing)," kata Hamdan dalam wawancara dengan media berbasis di Qatar, Aljazeera Mubasher, Rabu (11/2).

"Hal terakhir yang seharusnya dipikirkan dunia adalah mengirim pasukan yang bertindak sebagai pengganti pendudukan (Israel), pasukan yang bentrok dengan rakyat Palestina atas nama penjajahan atau berupaya melemahkan kehendak mereka alih-alih menghadapi tentara pendudukan. Hal seperti itu tidak akan pernah diterima oleh rakyat Palestina," paparnya menambahkan.

Hamdan menuturkan jika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan mengirim pasukan internasional, maka pasukan tersebut seharusnya ditempatkan di perbatasan guna mencegah Israel kembali melancarkan agresi terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

"Mereka (pasukan internasional) harus mencegah penyusupan, penembakan, pendudukan ulang, atau serangan kembali ke Jalur Gaza seperti yang telah terjadi sebelumnya. Jika pasukan itu datang dengan dasar dan mandat seperti itu, maka hal tersebut dapat diterima," ucap Hamdan.

Lebih lanjut Hamdan, menegaskan Hamas telah berbicara dengan sejumlah negara terkait soal pengiriman pasukan asing ke Gaza, termasuk Indonesia.

Menurut Hamdan, dari hasil komunikasi tersebut, negara-negara terkait termasuk Indonesia memastikan "mereka tidak akan menjadi pihak yang menjalankan agenda Israel terhadap rakyat Palestina."

[Gambas:Youtube]

"Kami mendengar pernyataan yang jelas dari semua negara ini bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang melaksanakan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau melakukan agresi terhadap mereka," kata Osama.

"Anda mendengar ini secara eksplisit dari pemerintah Indonesia: mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza," imbuh dia.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |