Jakarta, CNN Indonesia --
Otoritas Amerika Serikat tengah menyelidiki apakah helikopter militer yang membawa Presiden Donald Trump berada terlalu dekat dengan sebuah pesawat penumpang saat terbang di atas Washington pekan ini.
Menurut laporan New York Times yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, helikopter Marine One berada dalam jarak kurang dari satu mil dari sebuah pesawat penumpang di atas Washington pada Selasa (4/8) setelah terjadi komunikasi yang tidak jelas dengan pengatur lalu lintas udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengatakan pihaknya "menyelidiki laporan mengenai insiden hilangnya jarak aman antara Marine One dan sebuah pesawat komersial yang berangkat dari DCA (Bandara Nasional Washington) pada 4 Agustus."
Menurut The Wall Street Journal, standar keselamatan dalam situasi semacam ini mengharuskan jarak pemisah minimal 1,5 mil secara horizontal dan 500 kaki secara vertikal.
Media tersebut melaporkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat, saat sebuah pesawat Embraer E-170 milik American Airlines yang dioperasikan anak perusahaannya, Envoy Air, lepas landas.
Helikopter tersebut sedang menuju Pangkalan Udara Andrews, tempat Trump kemudian menaiki pesawat kepresidenannya untuk melakukan perjalanan ke California.
American Airlines dan Korps Marinir AS, yang mengoperasikan Marine One, belum segera menanggapi permintaan komentar.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan kepada AFP bahwa "penerbangan Marine One dikemudikan oleh beberapa penerbang terbaik di dunia, dan presiden sama sekali tidak berada dalam bahaya."
Regulator penerbangan AS, FAA, mengatakan bahwa "pengatur lalu lintas udara berkomunikasi dengan pilot pesawat komersial maupun pilot Marine One selama terjadinya insiden hilangnya jarak aman tersebut."
"Presiden tidak pernah berada dalam bahaya. Kami masih meninjau insiden ini dan akan menerapkan tindakan korektif yang diperlukan berdasarkan hasil penyelidikan kami," tambah FAA.
FAA telah memperketat secara drastis langkah-langkah keselamatan di sekitar Bandara Nasional Washington sejak tabrakan maut antara sebuah pesawat penumpang yang sedang mendarat dan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS pada Januari 2025 yang menewaskan 67 orang.
(rds)

1 hour ago
1

















































