Hizbullah Tolak Rencana Perundingan Damai Israel-Lebanon: Sia-Sia!

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak pertemuan antara pemerintah Lebanon dan Israel, yang rencananya akan digelar di Amerika Serikat pekan ini.

Duta Besar Lebanon dan Israel untuk AS dijadwalkan bertemu di Washington DC pada Selasa (14/4) waktu setempat, untuk membahas penyelenggaraan negosiasi langsung antara kedua negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Qassem menyebut upaya itu sia-sia, karena pasukan Israel masih lanjut meningkatkan serangan militer ke wilayah Lebanon. Dia menyebut pembicaraan itu hanyalah taktik untuk menekan Hizbullah agar "meletakkan" senjatanya.

"Israel dengan jelas menyatakan bahwa tujuan negosiasi ini adalah untuk melucuti senjata Hizbullah, seperti yang berulang kali dinyatakan oleh (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu," kata Naim Qassem dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.

"Jadi bagaimana Anda bisa pergi ke negosiasi yang tujuannya sudah jelas? Kami tidak akan beristirahat, berhenti, atau menyerah. Sebaliknya, kami akan membiarkan medan perang berbicara sendiri," imbuhnya seperti dikutip Al Jazeera.

Sebelumnya pemerintah Lebanon bersikeras bahwa prioritas utama saat ini adalah mengamankan gencatan senjata. Namun Israel mengaku ingin membuka negosiasi perdamaian formal dengan Lebanon.

"Kami menginginkan pelucuran senjata Hizbullah, dan kami menginginkan perjanjian perdamaian sejati yang akan berlangsung selama beberapa generasi," kata PM Netanyahu pekan lalu.

Akhir pekan lalu unjuk rasa juga terjadi di Ibu Kota Beirut. Para demonstran menuduh PM Lebanon Nawaf Salim mengkhianari rakyat karena mengadakan pembicaraan langsung dengan Israel. Padahal Israel terus melakukan pengeboman dan memperluas invasinya.

"Israel dan AS dengan jelas mengatakan bahwa mereka ingin memperkuat tentara Lebanon, untuk melucuti senjata dan melawan Hizbullah. Tetapi tentara tidak dapat melakukan itu," tambah Qassem.

Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon sebenarnya telah resmi berlaku sejak November 2024. Namun Israel terus melakukan serangan mematikan hampir setiap hari, bahkan menewaskan anggota TNI yang tergabung dalam pasukan UNIFIL di Lebanon.

Hizbullah mengatakan serangan mereka ke Israel pada 2 Maret lalu merupakan pembalasan atas pembunuhan Zionis terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh AS dan Israel.

Sejak itu, pemboman dan invasi darat Israel ke Lebanon selatan telah menewaskan 2.055 orang, termasuk di antaranya 165 anak-anak dan 87 petugas medis.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |