Jakarta, CNN Indonesia --
Ledakan di sebuah restoran China di pusat ibu kota Kabul Afghanistan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari selusin lainnya pada Senin (19/1).
Juru bicara kepolisian Kabul, Khalid Zadran, mengatakan ledakan terjadi di restoran Chinese Noodle, yang menurutnya sebagian besar melayani Muslim China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang jurnalis AFP melihat kendaraan polisi dan ambulans di lokasi kejadian usai ledakan di sebuah jalan yang dikenal sebagai kawasan penjual bunga di wilayah Shahr-e-Naw itu.
"Seorang Muslim China bernama Ayub dan enam warga Afghanistan tewas, sementara sejumlah lainnya terluka. Ledakan terjadi di dekat dapur," ujar Zadran dalam sebuah pernyataan.
Zadran menuturkan penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Sebelumnya, ia sempat menyebut ledakan itu mengenai sebuah hotel.
Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, demikian dilaporkan SITE Intelligence Group. ISIS menyebut serangan itu sebagai aksi bom bunuh diri yang menargetkan warga negara China.
"Negara Islam di Afghanistan telah menempatkan warga negara China dalam daftar targetnya, terutama seiring meningkatnya kejahatan yang dilakukan pemerintah China terhadap Muslim Uyghur yang tertindas," demikian pernyataan ISIS yang dikutip SITE.
LSM Italia EMERGENCY mengatakan rumah sakit mereka yang berada dekat restoran China itu menerima "tujuh orang yang tiba dalam kondisi meninggal dunia", sementara 13 orang lainnya dirawat di departemen bedah.
"Di antara para korban luka terdapat empat perempuan dan seorang anak," kata Direktur EMERGENCY untuk Afghanistan, Dejan Panic, dalam pernyataannya.
Pemilik sebuah toko bunga, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat (11.00 GMT) di ujung jalan yang berseberangan dengan tokonya.
Ia mengatakan kepada AFP bahwa dirinya mendengar suara ledakan yang "sangat keras" di area yang saat itu dipadati orang.
"Itu situasi darurat. Semua orang takut akan keselamatan nyawanya masing-masing. Saya bisa melihat setidaknya lima orang terluka," katanya.
Pemerintah yang kini di bawah pimpinan rezim Taliban telah berjanji memulihkan keamanan di Afghanistan dan tengah berupaya menarik investor asing guna mengamankan sumber pendapatan penting, di tengah menyusutnya dana bantuan luar negeri.
Pengunjung bisnis asal China dilaporkan semakin banyak datang ke Afghanistan sejak pemerintahan Taliban kembali berkuasa pada 2021 untuk kedua kalinya.
Sejak Taliban berkuasa lagi, ISIS juga kerap melancarkan berbagai serangan mematikan. Salah satunya serangan terhadap sebuah hotel di Kabul yang populer di kalangan tamu asal China pada 2022 lalu.
(rds)

2 hours ago
2

















































