Kenapa Pemimpin Tertinggi Iran Bergelar Ayatollah?

7 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah dunia meninggal dunia dalam serangan Israel yang dibantu Amerika Serikat.

Sebagai pengganti sementara ditunjuk Ayatollah Alireza Arafi. Pemimpin revolusi Islam Iran juga seorang Ayatollah yaitu Ayatollah Rahullah Khomeini yang sudah meninggal pada 1989 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa disebut Ayatollah?

Dikutip dari laman wisdomlib.com, Ayatollah adalah gelar kehormatan yang terutama digunakan dalam Syiah, yang menandakan seorang ulama Syiah Dua Belas Imam berpangkat tinggi.

Kata "Ayatollah" berasal dari kata-kata Arab "Ayat" , yang berarti "tanda" atau "bukti," dan "Allah" yang berarti "Tuhan." Dengan demikian, gelar tersebut diterjemahkan sebagai "Tanda Tuhan" atau "Tanda Ilahi."

Gelar ini diberikan kepada para ulama yang telah menunjukkan pengetahuan mendalam, kesalehan, dan kepemimpinan dalam komunitas Syiah. Gelar ini tidak memiliki nama yang dapat diturunkan atau dikaitkan secara langsung, karena merupakan gelar dan bukan nama pemberian.

Iran dipimpin oleh seorang Ayatollah sejak revolusi pada 1979. Sebelumnya, gelar tersebut hanya disematkan kepada para tokoh agama dengan pengaruh yang luas.

Khomeini misalnya, sebelum memimpin revolusi adalah guru agama yang menentang sekularisme yang dipromosikan kekuasaan monarki Iran.

Di kota Qom Iran, banyak tokoh agama bergelar Ayatollah seperti Ayatollah Boroujerdi, salah seorang guru Khomeini.

Menarik dicatat pada masa itu, Boroujerdi percaya bahwa agama tidak boleh ikut campur dalam urusan pemerintahan. Jadi, sementara pemimpin Iran, Reza Shah, melemahkan kekuasaan para pemimpin agama dan mempromosikan negara yang lebih sekuler.

Tokoh-tokoh agama paling berpengaruh di Iran juga mendorong pengikut mereka untuk melakukan hal yang sama. Jadi, seorang Ayatollah adalah pemimpin agama saja dan tidak turut campur urusan politik dan pemerintahan.

Namun di masa kekuasaan monarki itu pula, di masa Mohammed Reza Pahlavi, dia meminta bantuan Amerika Serikat untuk meredam protes reformasi demokrasi di ibu kota Iran, Teheran pada tahun 1950-an.

Bersambung ke halaman berikutnya...


Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |