Jakarta, CNN Indonesia --
Pulau Socotra di Yaman, yang kerap dijuluki "tempat persembunyian Dajjal", menjadi perhatian setelah tiga warga negara Indonesia (WNI) terjebak imbas ketegangan regional.
Menurut Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah pada Kamis (8/1), mengatakan para WNI ini tidak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut terjadi seiring dengan serangan udara Saudi ke Pelabuhan Mukalla di Provinsi Hadramaut Yaman beberapa waktu lalu.
"Mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke pelabuhan Mukalla Yaman pada tanggal 30 Desember lalu," ujar Heni.
Pulau Socotra, yang masuk wilayah administrasi Provinsi Hadramaut, terletak sekitar 300 km di selatan pesisir Yaman dan saat ini berada di bawah kendali kelompok proxy Southern Transitional Council (STC) pro-UEA.
Tempat persembunyian Dajjal
Melansir situs Detik.com, Socotra dipercaya sebagai tempat bagi para penyihir, jin, dan monster. Selain itu, banyak mitos yang mempercayai di pulau tersebut terdapat ular terbang, sarang Phoenix, dan burung Roc.
Julukan "tempat persembunyian Dajjal" terhadap pulau Socotra dikenal luas sebagai bagian dari kepercayaan dan mitos yang beredar di masyarakat.
Dalam buku Dajjal: Hakikat dan Tanda Akhir Zaman susunan Zulkifli Mohammad Al-Bahri, sebagian ulama berpendapat bahwa Dajjal bersembunyi di Pulau Socotra.
Pulau tersebut diyakini sebagai tempat persembunyian Dajjal karena kisahnya yang aneh. Namun tidak ada bukti kuat yang menunjukkan keberadaannya di pulau tersebut.
Seorang sahabat Nabi bernama Tamim Ad-Dari menceritakan kisahnya yang pernah bertemu sosok makhluk yang mengaku Jassasah dan Dajjal.
Tamim menyebutkan bahwa Dajjal dikurung di sebuah pulau di tengah laut tetapi tidak ada rincian spesifik terkait lokasi yang dimaksud.
Terlepas dari misteri keberadaan Dajjal, pulau ini memiliki lanskap yang unik dan terkenal dengan pohon darah naga (Dracaena cinnabari).
Karena keunikannya, Konvensi Warisan Dunia UNESCO mendaftarkan Pulau Socotra sebagai Situs Warisan Dunia pada 2008 silam.
Hal ini menunjukkan Socotra adalah kawasan yang dilindungi karena keanekaragaman hayati dan spesies pulau yang unik.
Baca selengkapnya di sini.
(isa/bac)

17 hours ago
5















































