Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala komunikasi kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Tim Allan, dan kepala staf perdana menteri, Morgan McSweeney, mengundurkan diri di tengah tekanan politik terkait skandal Jeffrey Epstein.
Downing Street mengonfimasi Allan memutuskan untuk mengundurkan diri pada Senin (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memutuskan untuk mundur agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk," ujar Allan dalam pernyataan singkat, seperti dikutip AFP.
Allan mundur ketika Starmer terus berada dalam tekanan karena tetap menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat terlepas dari klaim bahwa sang PM tau soal keterlibatan Mandelson dalam dokumen Epstein.
Melansir situs ABC News, sehari sebelumnya McSweeney juga mengundurkan diri menyusul keterlibatannya dalam penunjukan Peter Mandelson. Nama Mandelson sedang menjadi sorotan lantaran tertuang dalam jutaan dokumen kasus Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman AS.
McSweeney menyatakan dirinya merasa bertanggung jawab karena telah menyarakan Starmer untuk menunjuk Mandelson sebagai dubes Inggris untuk AS, salah satu pos diplomatik Inggris terpenting.
"Keputusan menunjuk Peter Mandelson adalah kesalahan. Ia telah merusak partai kami, negara kami, dan kepercayaan terhadap politik itu sendiri," kata McSweeney dalam sebuah pernyataan.
"Ketika dimintai pendapat, saya menyarankan Perdana Menteri untuk melakukan penunjukan tersebut dan saya bertanggung jawab penuh atas saran itu," tambah dia.
Meskipun McSweeney mundur setelah sepekan mendapat tekanan, Starmer tetap memujinya sebagai tokoh penting di balik kemenangan besar Partai Buruh, tanpa menyinggung kontroversi Mandelson.
Namun, pemerintahan Starmer kini berada di bawah tekanan politik setelah dokumen yang baru dirilis oleh AS, bagian dari arsip besar kasus Epstein.
Dalam file itu, Mandelson pernah menyampaikan informasi sensitif pasar kepada Epstein saat menjabat sebagai menteri bisnis Inggris pada masa krisis keuangan 2008.
Pemerintah Starmer berjanji akan membuka email dan dokumen terkait penunjukan Mandelson, yang diyakini bisa membuktikan ia menyesatkan pejabat.
Starmer juga meminta maaf karena mempercayai Mandelson dan mengakui proses pemeriksaan 2024 menunjukkan hubungan Mandelson dengan Epstein masih berlanjut setelah vonis 2008.
"Tidak ada seorang pun dari kami mengetahui seberapa kelam hubungan itu," ujarnya.
Sejumlah legislator, termasuk pemimpin oposisi Konservatif Kemi Badenoch, menilai Starmer tetap bertanggung jawab atas skandal ini.
"Keir Starmer harus bertanggung jawab atas keputusannya sendiri yang buruk," ujar pemimpin Partai Konservatif oposisi, Kemi Badenoch.
Mandelson, tokoh senior Partai Buruh dan mantan pejabat tinggi pemerintahan, hingga kini belum ditangkap maupun didakwa.
Polisi Inggris telah menggeledah dua properti yang terkait dengannya dan menyatakan penyelidikan masih membutuhkan pengumpulan bukti lanjutan.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan penyalahgunaan jabatan publik, tanpa tuduhan kejahatan seksual.
Mandelson dicopot dari jabatan duta besar pada September, namun pengungkapan baru tentang dugaan berbagi informasi sensitif dan transfer dana dari Epstein kembali menimbulkan kritik terhadap penilaian Starmer.
(rnp/rds)

8 hours ago
8
















































