Jakarta, CNN Indonesia --
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis berkas-berkas baru yang mengungkap rencana mantan penasihat Gedung Putih Steve Bannon dan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, untuk menjatuhkan pemimpin tertinggi agama Katolik, Paus Fransiskus.
Dalam dokumen yang mencakup log obrolan, email, dan pesan teks dari 2019, menunjukkan bahwa Bannon dan Epstein memandang Vatikan sebagai titik tekanan geopolitik yang penting dalam gerakan populis sayap kanan global mereka.
Hal itu ditunjukkan melalui serangkaian pesan teks pada Juni 2019, di mana Bannon secara eksplisit menyatakan niatnya kepada Epstein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam satu pesan, Bannon menulis daftar musuh yang mencakup "Keluarga Clinton, Xi [Jinping], Fransiskus, Uni Eropa," dan menambahkan kalimat tegas "Kita akan menjatuhkan Fransiskus," melansir CNN, Sabtu (14/2).
Tak hanya itu, berkas juga mengungkap rencana Bannon yang mencoba melibatkan Epstein sebagai produser eksekutif untuk sebuah proyek film dokumenter rahasia.
Isi film tersebut rencananya akan mengeksplorasi budaya rahasia dan kemunafikan di dalam hierarki Gereja. Bannon meyakini bahwa eksposur terhadap skandal internal tersebut ampuh untuk memicu kemarahan besar dan berpotensi memaksa Paus mundur dari posisinya.
Di sisi lain, berkas yang dirilis DOJ turut menyoroti obsesi Epstein pada kondisi keuangan dan rahasia Vatikan. Berdasarkan riwayat pembelian dan korespondensi Epstein menunjukkan, dirinya secara aktif mempelajari teori konspirasi Vatikan, korupsi perbankan, dan perjuangan kekuasaan internal di dalam Tahta Suci.
Dalam sebuah email kepada Mark Epstein, dia bahkan melontarkan komentar merendahkan Paus saat kunjungan pemimpin agam tersebut ke New York 2015 silam. Itu sekaligus mencerminkan sikap Epstein yang menentang otoritas kepausan.
"Ada kampanye jelas dan terpadu di antara sejumlah tokoh dan lembaga tradisionalis untuk menjatuhkan Fransiskus atas nama semacam 'pemurnian'," kata penulis biografi Paus Fransiskus Austen Ivereigh.
Hal itu merujuk pada upaya Bannon dan Epstein yang dianggap berkampanya "memurnikan" Gereja dari pengaruh liberal, terutama terkait isu-isu seperti hak-hak LGBTQ, imigrasi, dan perubahan iklim.
"Apa yang sekarang menjadi jelas adalah bagaimana tokoh-tokoh seperti Bannon mencoba menyalurkan sumber daya dari jaringan seperti Epstein untuk mencapai tujuan politik ini," jelasnya.
Hingga saat ini, perwakilan Steve Bannon belum memberikan komentar resmi terkait dokumen tersebut, begitu juga dengan Vatikan. Meskipun begitu, sumber internal menunjukkan bahwa kehadiran dokumen-dokumen yang muncul turut mengonfirmasi kekhawatiran lama terkait campur tangan politik asing dalam urusan kepausan.
(ins)

11 hours ago
8

















































