Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pembongkaran pos-pos permukiman tertentu di Tepi Barat, Palestina usai dilaporkan mendapat tekanan dari Amerika Serikat.
"Sepengetahuan saya, Netanyahu telah memberikan instruksi untuk mengevakuasi beberapa permukiman," kata Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dikutip AFP, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Smotrich mengatakan evakuasi tersebut menyangkut pos-pos terdepan yang dibangun di wilayah yang berada di bawah kendali Otoritas Palestina dan tanpa izin resmi.
Sejumlah media Israel termasuk Ynet melaporkan Netanyahu mengeluarkan perintah tersebut setelah mendapat tekanan dari AS. Kantor Perdana Menteri Israel belum memberi komentar soal laporan tersebut.
Perintah Netanyahu muncul usai pemerintah Israel berencana membangun permukiman yang membelah Tepi Barat atau dikenal proyek E1. Dunia sudah mengecam, tapi Tel Aviv tak peduli.
Pembangunan dan perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina telah meningkat secara signifikan di bawah pemerintahan Netanyahu.
Selain itu, Tepi Barat juga menjadi saksi saat Israel dengan keji meluncurkan agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023. Sejak agresi, kekerasan dari pemukim ilegal Israel ke warga Palestina meningkat drastis termasuk di Tepi Barat.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam tindakan kekerasan terhadap warga Tepi Barat.
"Pesan kami yang jelas adalah bahwa kejahatan tetaplah kejahatan, teror tetaplah teror," kata Huckabee saat berkunjung ke wilayah itu pada akhir pekan lalu.
"Ketika orang melakukan hal itu, mereka harus siap menerima konsekuensi yang berat," imbuh dia.
Israel menduduki Tepi Barat sejak 1967. Komunitas internasional ramai-ramai mengecam Tel Aviv. Namun, mereka tak peduli dan terus membangun permukiman ilegal di sana.
(isa/dna)

6 hours ago
3















































