Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani sempat menyerukan negara-negara Muslim mendukung Teheran dalam konflik melawan Israel sebelum Israel mengeklaim menyerangnya.
Pernyataan itu disampaikan oleh Larijani dalam unggahan di media sosial X yang memuat enam poin utama.
Pertama, Larijani menyatakan Iran menghadapi serangan terkoordinasi saat proses negosiasi berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran menghadapi serangan tipu daya dari Amerika Serikat dan Zionis selama negosiasi yang bertujuan memecah belah Iran," ujar Larijani, dikutip Middle East Monitor.
Ia menyebut serangan itu menewaskan tokoh Revolusi Islam, sejumlah warga sipil, serta komandan militer.
"Namun, rakyat Iran memberikan perlawanan yang kuat secara nasional dan keislaman terhadap agresi itu," lanjut dia.
Kedua, Larijani juga mengkritik pemerintah negara-negara Muslim karena dinilai gagal memberikan dukungan kepada Teheran.
"Diketahui bahwa, kecuali dalam kasus yang sangat terbatas dan hanya pada level politik, hampir tidak ada negara Islam yang memberikan dukungan kepada Iran," ujarnya.
"Namun, dengan tekad yang kuat, rakyat Iran mampu menekan pihak agresor hingga mereka kesulitan keluar dari tekanan strategis yang dihadapi."
Larijani kemudian menjelaskan Iran tetap berada di jalur perlawanan terhadap AS dan Israel, namun bertentangan dengan sikap Nabi.
"Iran terus menempuh jalan perlawanan terhadap Setan Besar dan Setan Kecil, yaitu AS dan Israel," ujarnya.
"Tetapi bukankah posisi beberapa pemerintah Islam bertentangan dengan sabda Nabi: "Barangsiapa mendengar seseorang berseru, 'Wahai kaum Muslimin!' dan tidak menjawab, maka ia bukanlah seorang Muslim"? Islam macam apa ini?" lanjut dia.
Ia juga mendesak negara-negara Muslim untuk menentukan posisi dalam konflik tersebut.
"Beberapa negara melangkah lebih jauh, mengeklaim Iran telah menjadi musuh mereka karena telah menargetkan pangkalan AS dan kepentingan AS dan Israel di wilayah mereka. Apakah mereka mengharapkan Iran untuk berdiam diri sementara pangkalan Amerika di negara mereka digunakan untuk menyerangnya? Ini adalah dalih yang lemah. Konfrontasi saat ini adalah antara Amerika dan Israel di satu sisi, dan Iran Muslim serta pasukan perlawanan di sisi lain. Anda berada di pihak mana?"
Kelima, ia mengajak negara-negara Muslim untuk memikirkan masa depan dunia Islam.
"Pikirkan tentang masa depan dunia Muslim. Anda tahu bahwa AS tidak dapat diandalkan dan Israel adalah musuh Anda. Berhentilah sejenak dan renungkan diri Anda dan masa depan kawasan ini."
Berikutnya, Larijani menekankan pentingnya persatuan yang lebih luas di umat Islam.
"Persatuan umat Islam, jika terwujud secara penuh, mampu menjamin keamanan, kemajuan, dan kemandirian seluruh negara Muslim."
Israel sebelumnya mengeklaim berhasil menargetkan Ali Larijani dalam serangan udara mereka. Meski demikian, belum terkonfirmasi apakah Larijani tewas atau selamat dalam serangan tersebut.
Ketegangan terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
5












































