Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menemui pemimpin gereja Katolik dunia Paus Leo XIV di Vatikan, Kamis (7/5) waktu setempat.
Pertemyan Rubio dengan Paus Leo dilakukan setelah serangkaian nyinyiran Presiden AS Donald Trump terhadap pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia itu, dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AFP melaporkan, tampak iring-iringan mobil Rubio melaju di Via della Conciliazione, jalan besar menuju Basilika Santo Petrus, sebelum memasuki Vatikan.
Rubio yang merupakan seorang Katolik taat, berusaha meredakan keretakan tersebut menjelang audiensi pribadi, yang akan diikuti oleh pembicaraan dengan Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin.
Duta Besar AS untuk Takhta Suci, Brian Burch, mengatakan kepada wartawan pekan ini bahwa kemungkinan besar akan menjadi "percakapan yang jujur."
Dari pihak Vatikan, "kami akan mendengarkannya," kata Parolin kepada wartawan pada Rabu, sembari menyebutkan bahwa Washington yang memulai pertemuan tersebut.
Trump beberapa kali melontarkan nyinyiran kepada Paus Leo XIV sebagai balasan atas pernyataannya yang menegaskan bahwa Tuhan Yesus tak berkenan menerima doa orang yang memantik perang.
Ia menuduh sang Bapa Suci "menyukai kejahatan" karena menentang perang AS terhadap Iran.
"Saya kira dia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia suka kejahatan, saya rasa," kata Trump di Joint Base Andrews, Minggu (12/4) malam.
Trump kemudian menyinggung pernyataan Paus Leo mengenai "ketakutan". Ia menyebut harusnya diksi itu ditujukan terhadap jemaat Katolik yang ketakutan karena ditangkap ketika beribadah saat pandemi Covid-19 dahulu.
"Kami tidak suka seorang Paus yang mengatakan tak apa-apa untuk memiliki senjata nuklir. Kami tidak ingin Paus yang mengatakan tak apa-apa ada kejahatan di wilayah kami. Saya tidak suka. Saya bukan penggemar berat Paus Leo," kata Trump.
"Dia sangat liberal dan merupakan pria yang tidak percaya pada upaya menghentikan kejahatan," lanjut Trump.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
6

















































