Menlu Singapura Singgung Selat Hormuz dan Selat Malaka di Jakarta

8 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyinggung soal Selat Hormuz yang jadi episentrum konflik dunia berujung pada krisis global saat ini hingga kerja sama di Selat Malaka saat berkunjung ke Indonesia awal pekan ini.

Dalam pernyataan bersama Menlu RI Sugiono, Vivian mengatakan kolaborasi Indonesia, Singapura, dan Malaysia menjaga keamanan serta keterbukaan Selat Malaka sesuai konvensi PBB soal hukum laut internasional atau UNCLOS dapat menjadi contoh bagi kawasan lain di dunia.

"Keberhasilan Indonesia dan kerja sama efektif yang kita miliki di kawasan ini memiliki dampak besar pada prospek ASEAN, tetapi juga dapat menjadi contoh positif bagi seluruh dunia," kata Vivian dalam pernyataan pers bersama itu, Jakarta, Selasa (12/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, penutupan Selat Hormuz berdampak pada pasokan energi ke Asia--termasuk Asia Tenggara--dan inflasi dari harga energi yang lebih tinggi, serta memicu beberapa tantangan mendasar terhadap sistem berbasis aturan internasional.

Vivian mengaku sudah pula berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan mengundangnya berkunjung ke Asia Tenggara untuk melihat besarnya keragaman dan potensi pembangunan yang dimiliki wilayah itu.

Menurut Vivian, kunjungan tersebut penting untuk menegaskan arti perdamaian regional, tatanan dunia berbasis aturan, serta kepatuhan terhadap UNCLOS.

Vivian mengatakan fakta bahwa RI-Singapura-Malaysia telah mampu mempertahankan Selat Malaka sebagai jalur air yang terbuka, aman, dalam mekanisme kerja sama yang telah dirumuskan sesuai UNCLOS dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di wilayah lain di dunia.

Selain itu, dia juga menyatakan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki hubungan yang sangat baik dan telah saling mendukung dalam keadaan apa pun, terutama dalam menghadapi krisis Timur Tengah yang sedang terjadi.

"Baik itu saat pandemi COVID-19 dan sekarang krisis Timur Tengah, kita telah saling mendukung, kita telah saling membantu, dan kita akan melewati krisis ini bersama-sama," kata Vivian.

Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah pada 28 Februari 2026 berdampak pada penutupan Selat Hormuz, di mana jalur laut tersebut mendistribusikan sekitar 20 persen energi dunia, termasuk Indonesia.

Dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina, misalnya, terdeteksi masih berada di wilayah Teluk Persia, menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder yang dipantau secara daring dari Jakarta, Selasa.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Arab Saudi; sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Irak.

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |