Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menegaskan bahwa kedaulatan Greenland tidak dibahas dalam percakapannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Rabu (21/1).
"Isu (Greenland) tidak muncul lagi dalam percakapan saya malam ini," ujar Rutte, ketika diwawancarai Fox News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rutte mengatakan pembicaraan lebih difokuskan pada strategi perlindungan kawasan Arktik.
"Secara mendasar, kami membahas cara mewujudkan visi presiden(Trump) terkait perlindungan Greenland, namun tentu saja hal ini mencakup seluruh kawasan Arktik, bukan hanya Greenland saja," jelasnya, seperti dikutip CNN.
Ia juga menyebutkan bahwa kini fokus kepada keamanan Arktik dan kerja sama dengan sekutu untuk memastikan Greenland tidak menjadi pijakan bagi Rusia atau China.
Rutte mengatakan bahwa mereka sepakat untuk menangani isu-isu terkait Greenland, meskipun sebelumnya ada penolakan dari masyarakat Greenland untuk "dibeli" oleh AS.
Meskipun isu Greenland tidak lagi dibahas secara langsung, fokus NATO dan Denmark tetap pada keamanan Arktik.
Ia mengakui bahwa NATO masih perlu mempersiapkan banyak hal untuk memiliki kemampuan pertahanan yang lengkap di darat, laut, dan udara demi menjaga keamanan kawasan tersebut.
Ketegangan mengenai Greenland meningkat setelah Trump kembali menyuarakan ambisinya agar AS memiliki kontrol lebih besar atas wilayah tersebut.
Dalam unggahan media sosial sebelumnya, Trump juga kembali menekankan penguasaan Greenland penting bagi sistem pertahanan rudal "Golden Dome" yang tengah dikembangkan Pentagon.
Greenland memiliki nilai geopolitik yang sangat tinggi karena lokasinya yang strategis serta potensi jalur pelayaran utara yang baru.
Selain itu, wilayah ini menyimpan kekayaan sumber daya alam seperti minyak, gas, dan mineral tanah jarang yang aksesnya semakin terbuka di tengah krisis iklim global.
(rnp/bac)

8 hours ago
7
















































