Negara-negara Pakta Makkah Diklaim Ajak Iran Gabung

11 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Negara-negara anggota Pakta Makkah (Mecca Agreement for Mutual Defence) dilaporkan mengundang Iran untuk bergabung di organisasi ini.

Kepala Khaneh Mellat parlemen Iran, Mehdi Rahimi, menyampaikan klaim itu ke media lokal Al Mayadeen pada Sabtu (22/8), yang dikutip FirstPost.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran sudah menerima undangan untuk bergabung dengan Pakta Makkah dan masalah ini sedang ditinjau," kata dia.

Lebih lanjut, Mellat menegaskan negara-negara di kawasan sedang berusaha mencari payung keamanan regional. Bagi dia, situasi ini kemenangan untuk Iran.

"Karena Iran telah menyerukan hal ini sejak lama," ungkap dia.

Kementerian Luar Negeri Iran belum mengonfirmasi atau memberi tanggapan soal undangan tersebut.

Pakta Makkah ditandatangani Turki, Arab Saudi, dan Pakistan pada 7 Agustus. Perjanjian ini menjadi sorotan karena muncul di tengah perang Amerika Serikat dan Iran.

Selain itu, pakta tersebut menjadi sorotan karena mengandung pasal yang mirip Pakta Aliansi Pertahanan Atantik Utara (NATO). Klausul itu yakni berbunyi agresi terhadap salah satu dari tiga negara itu akan dianggap sebagai agresi terhadap ketiga anggota.

Namun, Menteri Luar Negeri Turki Hakkan Fidan menegaskan perjanjian tersebut bukan untuk menyerang Iran dan tak ditujukan menyerang negara mana pun.

Sejumlah pengamat menilai perjanjian tersebut justru bukti negara kawasan tak lagi mau bergantung ke AS, dengan kata lain dominasi Washington melemah.

(isa/bac)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |