Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui Israel sedang melalui hari yang sangat sulit, seiring meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Iran di kawasan.
Netanyahu menyebut Israel sedang memasuki masa yang "menyentuh kehidupan bangsa" dan ketidakpastian yang membayangi waktu-waktu mendatang.
"Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi besok," kata Netanyahu, dikutip Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersatu ketika Israel bersiap menghadapi potensi eskalasi dengan Iran.
Netanyahu turut memperingatkan Teheran akan menerima tanggapan keras apabila menyerang Israel.
"Iran akan melakukan kesalahan terbesar dalam sejarahnya, jika mengambil langkah itu," ujarnya.
Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid juga menyerukan agar ladang minyak serta fasilitas energi Iran menjadi sasaran serangan.
Ia berpendapat tindakan itu dapat menggulingkan rezim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meski berisiko menimbulkan ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat.
"Kamu tahu saya adalah pemimpin oposisi dan Netanyahu adalah rival saya, tetapi dalam hal ini dia benar. Iran harus diserang dengan kekuatan penuh," ujar Lapid.
"Jika konfrontasi terjadi, kita semua akan mengesampingkan perbedaan," lanjut dia.
Lapid mengatakan Israel tidak boleh ragu, meski berisiko menimbulkan ketegangan diplomatik dengan Washington.
"Ladang minyak dan fasilitas energi juga perlu dibom. Itulah yang akan menjatuhkan rezim Ayatollah," ujarnya.
Sementara itu, Kabinet Keamanan Israel menggelar rapat selama lebih dari tiga jam pada Minggu guna mengevaluasi ancaman perang dengan Iran.
Stasiun televisi Israel Channel 13 melaporkan Netanyahu mengadakan pertemuan keamanan terbatas yang dihadiri Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Eyal Zamir, Kepala Mossad David Barnea, serta Kepala Intelijen Militer Shlomi Binder. Pertemuan itu akan membahas kemungkinan serangan AS terhadap Iran.
Menurut KAN, Israel bersiap jika Washington membatasi Tel Aviv untuk menyerang Iran pada awal kemungkinan serangan AS.
KAN mengatakan jika Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Tel Aviv, Israel akan menerima "lampu hijau AS" untuk segera menyerang Iran.
AS telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan, di tengah laporan kemungkinan serangan terhadap Iran yang bertujuan membatasi program nuklir dan rudal.
Media Israel melaporkan pesawat pengisian bahan bakar AS telah mendarat di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv pada Senin malam.
Pejabat Israel juga melihat putaran berikutnya pembicaraan AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Jenewa.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi memastikan negosiasi baru antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran akan digelar di Jenewa.
Oman sebelumnya berperan sebagai mediator dalam pembicaraan kedua pihak, termasuk pertemuan di Jenewa pekan lalu setelah dialog awal di Muscat pada 6 Februari.
(rnp/dna)

17 hours ago
11

















































