Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji-muji pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Selasa (28/7).
Netanyahu mengatakan pertemuan itu sangat luar biasa dan punya tujuan jelas termasuk soal Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah pertemuan dengan kerja sama penuh, dengan dukungan timbal balik, dengan pemahaman tentang tujuan bersama bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, dan juga tujuan-tujuan lain," kata Netanyahu, dikutip Times of Israel.
"Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan teman kami, Presiden AS Trump," imbuh dia.
Gedung Putih sementara itu menyatakan pertemuan berlangsung produktif dan positif.
Pertemuan Trump dan Netanyahu berlangsung di Ruang Oval dan berjalan sekitar 90 menit. Tak ada tanya jawab sebelum maupun sesudah pertemuan.
Mereka yang ikut hadir dalam pertemuan yakni Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Wakil Presiden AS JD Vance, dan utusan utama Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
Pertemuan politikus Republik dan sekutu luar negerinya itu terjadi di tengah laporan relasi yang memburuk di antara mereka. Trump sempat kesal dengan Netanyahu jelang pertemuan.
Sejumlah pejabat AS juga dilaporkan frustrasi karena tak satu pun prediksi Netanyahu soal perang terwujud dan justru berlarut-larut.
Pertemuan Trump dan Netanyahu juga terjadi saat AS dan Iran terus berperang. Pada pertengahan Juli, pasukan Negeri Paman Sam kembali menggempur Iran meski ada gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) berisi penghentian pertempuran.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1














































