Ngotot Rebut Greenland, Trump Isyarat Tak Perlu Pikir Perdamaian Lagi

11 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mewanti-wanti dunia dirinya tak lagi merasa berkewajiban berpikir "semata-mata soal perdamaian" setelah gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian yang ia harapkan didapat tahun lalu.

Hal itu disampaikan Trump dalam sebuah pesan yang dipublikasikan pada Senin (19/1) kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store di tengah kekhawatiran Eropa soal keinginan Trump mengambil alih Greenland dari Denmark.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pesannya kepada Store itu, Trump mengatakan "saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk berpikir murni soal perdamaian. Ia juga menyinggung kegagalannya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, di mana Komite Hadiah Nobel berasal dari Norwegia. 

Ia mengatakan bahwa meskipun perdamaian tetap akan menjadi hal yang "utama", kini ia bisa "memikirkan apa yang baik dan tepat bagi Amerika Serikat".

Dalam pesan teks itu, Trump juga mempertanyakan kedaulatan Denmark atas Greenland.

Pesan itu disampaikan hanya beberapa hari setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru yang besar terhadap sekutu-sekutu Eropa yang menentang rencananya mengakuisisi Greenland. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran Eropa dan membuat pasar saham anjlok.

Para pemimpin Jerman dan Prancis mengecam ancaman Trump untuk menggunakan tarif terhadap negara-negara yang menentang rencananya atas Greenland sebagai bentuk "pemerasan".

Sementara itu, Denmark mengusulkan agar NATO memulai operasi pengawasan di Greenland untuk menghadapi berbagai kekhawatirannya soal keamanan.

Prancis pada Senin mengatakan bahwa Eropa tengah menyiapkan langkah balasan di bidang perdagangan. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan "itu akan sangat tidak bijaksana" jika Eropa menerapkan tarif balasan.

Uni Eropa menyatakan akan menggelar pertemuan darurat pada Kamis untuk mempertimbangkan responsnya. UE menegaskan bahwa prioritasnya adalah "berdialog, bukan meningkatkan eskalasi", meski tetap siap bertindak jika diperlukan.

Greenland sendiri mengatakan ancaman tarif tersebut tidak mengubah keinginannya untuk menegaskan kedaulatannya.

"Kami tidak akan ditekan," kata Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dalam sebuah unggahan di Facebook.

Ia menambahkan bahwa wilayah otonom itu "adalah masyarakat demokratis yang memiliki hak untuk menentukan keputusannya sendiri".

Sementara itu, Trump berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland yang kaya mineral untuk "keamanan nasional" AS.

"Denmark tidak dapat melindungi wilayah itu dari Rusia atau China," kata Trump dalam pesannya ke Store.

"Mengapa mereka punya 'hak kepemilikan' atas wilayah itu? Tidak ada dokumen tertulis. Hanya karena sebuah kapal mendarat di sana ratusan tahun lalu-padahal kapal kami juga pernah mendarat di sana," paparnya menambahkan.

Padahal, AS juga telah memiliki pangkalan militer diGreenland dan perjanjian keamanan dengan Denmark, sesama anggota NATO.

Respons Norwegia soal Trump gagal raih Nobel

PM Store mengatakan pernyataan Trump itu muncul sebagai tanggapan atas pesan darinya dan Presiden Finlandia Alexander Stubb, di mana mereka telah "menyampaikan penolakan" terhadap ancaman tarif Trump.

Namun, Store menuturkan pesannya kepada Trump itu tidak terkait soal sang Presiden AS itu dan Hadiah Nobel Perdamaian.

"Saya telah menjelaskan dengan jelas, termasuk kepada Presiden Trump, hal yang sudah diketahui umum juga bahwa hadiah (Nobel) tersebut diberikan oleh Komite Nobel yang independen, bukan oleh pemerintah Norwegia," kata Store dalam sebuah pernyataan.

(rds/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |