Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump "kelabakan" meminta bantuan Eropa dan China untuk membuka Selat Hormuz usai harga minyak dunia yang kembali melonjak.
Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (15/3), Trump mengatakan Eropa dan China sudah semestinya turun tangan lantaran keduanya adalah yang paling diuntungkan di selat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah sepatutnya orang-orang yang diuntungkan dari selat itu membantu memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," kata Trump, seperti dikutip AFP.
Trump memperingatkan jika Eropa memberikan respons negatif, masa depan NATO akan "sangat buruk". Kemudian, kepada China, ia juga mengancam apabila Beijing ogah membantu, maka rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini tak akan terlaksana.
Harga minyak mentah Amerika Serikat tembus US$100 per barel saat pasar dibuka pada Minggu malam. Kenaikan itu menyusul panasnya perang AS-Israel vs Iran yang kini telah memasuki pekan ketiga.
Trump telah membuat Iran marah dengan mengancam akan menyerang Pulau Kharg, lokasi terminal besar tempat Teheran mengekspor sekitar 90 persen minyak mentahnya. Pada Jumat, ia mengaku AS sudah "menghancurkan sepenuhnya" aset militer di sana, bukan aset energi.
Menanggapi ini, Iran meluncurkan gelombang serangan drone ke fasilitas minyak Timur Tengah. Iran sudah menyatakan akan menargetkan fasilitas minyak di kawasan apabila milik Teheran diserang.
Pada Sabtu (14/3), Trump yang khawatir akhirnya mendesak negara-negara Eropa, termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan, untuk mengirim kapal guna mengawal tanker minyak melewati Selat Hormuz.
"Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu," tulis Trump di media sosial Truth Social.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1













































