Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan nyaris 9.000 warga negara itu telah dievakuasi dari Timur Tengah sejak AS-Israel meluncurkan serangan ke Iran pada akhir pekan lalu.
Rubio juga mengatakan saat ini, sekitar 1.600 warga AS di Timur Tengah menghubungi pemerintah untuk meminta bantuan meninggalkan kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin bahwa kami akan dapat membantu setiap warga Amerika, seperti yang saya katakan tadi," ujar dia pada Selasa (3/3), dikutip Anadolu Agency.
Menlu itu lalu bercerita sejumlah pesawat sebetulnya sudah lepas landas dan berada di wilayah udara. Namun, mereka harus berbalik karena ada penutupan wilayah udara, tanpa menjelaskan lebih jauh.
Lebih lanjut, dia bercerita soal drone Iran yang menabrak tempat parkir yang berdekatan dengan konsulat mereka di Dubai, Uni Emirat Arab.
"Informasi terakhir yang saya terima beberapa detik sebelum sampai di depan kamera-kamera ini adalah bahwa sebuah drone sayangnya menabrak tempat parkir yang bersebelahan dengan gedung konsuler dan kemudian memicu kebakaran di tempat," kata Rubio.
Rubio lalu mengatakan semua staf AS di Timur Tengah sudah terdata sebelum insiden drone menabrak gedung dekat fasilitas mereka.
"Seperti yang Anda ketahui, kami mulai mengurangi jumlah personel dari fasilitas diplomatik kami sebelum ini," ucap dia.
Dalam beberapa hari terakhir, Timur Tengah membara usai AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari.
Di hari yang sama, Iran meluncurkan balasan. Hingga kini, mereka terus saling serang dan korban tewas berjatuhan.
(isa/bac)

3 hours ago
2















































