Rusia Peringatkan Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Jadi Bumerang

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia memperingatkan Amerika Serikat dan Israel terkait serangan ke Iran. Rusia menganggap serangan AS dan Israel ke Iran justru bisa menjadi bumerang.

Presiden AS Donald Trump menyebutkan upaya Iran yang berusaha memiliki senjata nuklir menjadi salah satu alasan kenapa AS dan Israel menyerang negara tersebut. Serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2) itu menewaskan puluhan pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan itu juga memicu perang yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah. Sebagai responsnya, Iran menyerang sejumlah negara di Arab yang memiliki pangkalan militer AS di dalamnya, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan keputusan AS dan Israel untuk menyerang Iran bisa menjadi bumerang. Lavrov menyebut serangan itu justru membuat kekuatan baru di Iran berpeluang muncul dan membuat Iran semakin ingin memiliki senjata nuklir untuk melawan.

"Kekuatan bisa muncul di Iran, kekuatan yang mendukung untuk melakukan persis apa yang ingin dihindari Amerika, yakni memperoleh bom nuklir. Karena AS tidak menyerang mereka yang memiliki bom nuklir," ucap Lavrov dikutip dari Reuters, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Lavrov mengatakan perang AS-Israel vs Iran juga bisa membuat negara-negara di Timur Tengah berlomba-lomba membangun senjata nuklir.

"Masalah proliferasi nuklir akan mulai lepas kendali. Tujuan mulia yang tampaknya paradoks, yaitu memulai perang untuk mencegah proliferasi senjata nuklir, justru dapat memicu tren yang sepenuhnya berlawanan," ujar Lavrov.

Lavroc menyebut Rusia masih belum melihat bukti bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Israel secara luas dianggap sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di kawasan itu.

Rusia memiliki hubungan dekat dengan Iran, yang dianggap sangat penting untuk mempertahankan pengaruh di Timur Tengah. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pembunuhan yang sinis. Moskow mendesak penghentian perang segera.

Kremlin menyatakan Putin sudah berbicara dengan para pemimpin Arab Teluk pada Senin (2/3). Putin berjanji akan menyampaikan kepada Iran kekhawatiran mereka tentang serangan militer Iran sejak perang dimulai.

"Putin tentu akan melakukan segala upaya untuk berkontribusi setidaknya pada sedikit pengurangan ketegangan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

(har/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |