Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah ledakan bom mengguncang Stasiun Savyolovsky di Moskow, Rusia, menewaskan satu polisi dan pelaku serangan, pada Selasa (24/2) waktu setempat.
Seorang pelaku sebelumnya mendekati polisi lalu lintas yang berada di dalam kendaraan patroli, meletakkan perangkat peledak, lalu meledakkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, dua petugas terluka dalam insiden yang terjadi tepat pada peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
"Akibat tindakan pelaku, seorang polisi lalu lintas mengalami luka yang tidak dapat diselamatkan dan meninggal di lokasi kejadian," kata Komite Investigasi Rusia, dikutip TASS.
"Dua polisi lainnya dibawa ke rumah sakit kota untuk mendapatkan perawatan medis," tambah dia, dikutip Al Jazeera.
Komite tersebut telah membuka penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan terhadap aparat hukum dan kepemilikan barang ilegal.
Gambar yang dibagikan TASS menunjukkan kaca jendela samping dan kaca depan mobil polisi hancur, serta sejumlah puing berserakan di jalan. Laporan menyebut kendaraan itu tidak terbakar meski ledakan cukup kuat.
Moskow mengalami serangkaian serangan dalam beberapa pekan terakhir. Awal bulan ini, seorang pejabat tinggi intelijen militer Rusia ditembak beberapa kali dan mengalami luka serius dalam serangan yang dituduhkan Moskow ke Kyiv.
Pada Desember lalu, ledakan bom mobil menewaskan kepala departemen pelatihan di Staf Umum Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov.
Dua hari kemudian, ledakan lain menewaskan tiga orang, termasuk dua polisi, di dekat lokasi Sarvarov tewas di Moskow.
Ukraina mengaku bertanggung jawab atas serangan Desember 2024 yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov lewat bom yang disembunyikan di skuter listrik di luar apartemennya.
(rnp/dna/bac)

7 hours ago
6

















































