Taipan China Tebar Uang Bonus Rp147 M di Meja, Karyawan Bebas Ambil

12 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Bos perusahaan di China, Cui Peijun. membagikan bonus akhir tahun senilai 180 juta yuan atau sekitar Rp440 miliar dengan cara tak biasa.

Dari total bonus itu, sebesar 60 juta yuan (Rp147 miliar) ditebar di atas meja dan mempersilakan para karyawannya di perusahaan Henan Kuangshan Crane Co. Ltd. untuk bebas mengambil uang itu dengan batas waktu tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam acara itu, sebanyak 800 meja jamuan disiapkan untuk menampung sekitar 7.000 orang. Para karyawan menghitung sendiri uang tunai yang tersedia. Berapa pun yang berhasil mereka hitung, itulah yang bisa mereka bawa pulang.

Video yang beredar memperlihatkan karyawan menghitung tumpukan uang di meja panjang, sementara lainnya membawa bundelan uang diatas panggung hingga kesulitan membawanya.

Dalam acara itu, bos perusahaan Cui Peijun bahkan meminta tambahan bonus tunai.

"Mengapa kita membagikan mesin cuci? Tahun-tahun sebelumnya kita memberikan kalung dan cincin. Bawa saja uang tunai dan berikan setiap orang tambahan 20.000 yuan (sekitar Rp49 juta)," ujarnya, dikutip dari South China Morning Post.

Keuntungan perusahaan pada 2025 dilaporkan mencapai 270 juta yuan (Rp661 miliar), yang berarti hampir 70 persen laba dibagikan kepada 7.000 karyawannya.

Pada 2024, perusahaan mencatat laba bersih 260 juta yuan (Rp637 miliar), dengan 170 juta yuan (Rp416 miliar) di antaranya dibagikan kepada karyawan.

Kebiasaan rutin membagikan uang tunai dan berbagai tunjangan membuat Cui dijuluki sebagai bos yang suka membagikan uang.

Menanggapi hal itu, Cui mengatakan ia hanya ingin membantu karyawan muda yang terbebani cicilan mobil dan kredit rumah.

Tindakan itu memicu kekaguman publik. Sejumlah warganet menyebutnya sebagai "Dewa Kekayaan," sementara yang lain menilai perlakuan baik kepada karyawan lebih efektif daripada iklan.

Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. didirikan pada September 2002 dan bergerak sebagai produsen serta penyedia layanan derek dan produk penanganan material dengan operasi di lebih dari 130 negara. Cui diketahui menguasai sekitar 98,88 persen saham perusahaan.

(bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |