Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mempertimbangkan permintaan keluarga korban serangan 11 September 2001 atau 9/11 untuk membuka lebih banyak dokumen penyelidikan terkait tragedi tersebut.
Dokumen yang diminta diungkap bahkan berpotensi mengungkap lebih jauh dugaan keterkaitan pelaku serangan dengan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Irlandia pada Sabtu (13/9), sebelum menaiki pesawat untuk kembali ke AS.
"Saya akan melihatnya setelah kembali," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya soal kemungkinan merilis dokumen teranyar soal 9/11 terutama terkait keterlibatan pihak dari Saudi seperti dikutip AFP oleh The Straits Times.
Sementara itu, Dilansir dari Associated Press, sejumlah keluarga korban telah lama menuding bahwa sekelompok pemimpin agama ekstremis di Arab Saudi berhasil memperoleh pengaruh di pemerintahan Saudi dan membantu para pembajak pesawat tragedi 9/11.
Sebanyak 15 dari 19 pembajak berasal dari Arab Saudi, tetapi pemerintah Saudi telah lama membantah keterlibatan apa pun dalam serangan tersebut.
Para keluarga korban telah meminta Trump untuk mendeklasifikasi dan merilis dokumen-dokumen terkait. Ketika ditanya mengenai hal itu pada Minggu dalam kunjungannya ke Irlandia, presiden mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkannya.
"Saya akan melihatnya ketika saya kembali," kata Trump sesaat sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Washington setelah menghabiskan akhir pekan di Irlandia.
"Saya tahu mereka sudah memintanya pada Jumat."
Para kerabat korban 9/11 telah terlibat dalam perjuangan hukum yang panjang melawan Arab Saudi. Salah satunya, Terry Strada, pada Jumat menyerukan kepada Trump dalam acara peringatan di New York City agar "mengatakan kepada Saudi untuk berhenti berbohong."
Strada, yang kehilangan suaminya dalam serangan 9/11, mengatakan bahwa para presiden AS selama ini memilih "melindungi Saudi daripada berpihak kepada keluarga korban 9/11."
Strada, yang merupakan salah satu anggota keluarga korban 9/11 yang membacakan nama-nama korban dalam acara peringatan tahun ini, menambahkan bahwa pemerintahan saat ini harus "berpihak kepada keluarga korban, berpihak kepada para penyintas."
"Ini adalah satu pengkhianatan demi pengkhianatan lainnya," ujarnya. "Presiden Trump masih bisa mengubahnya."
Permintaan itu juga mendapat dukungan dari anggota parlemen New York dari Partai Republik maupun Demokrat. Mereka meminta pemerintahan Trump merilis sejumlah catatan telepon yang berkaitan dengan peristiwa 9/11.
Perwakilan AS serta anggota Partai Republik dari New York, Nicole Malliotakis, mengatakan pembukaan dokumen tersebut dapat menjadi kesempatan penting untuk memberikan informasi kepada publik.
"Ini mungkin salah satu kesempatan terbaik yang kita miliki untuk menyampaikan informasi ini," kata Malliotakis kepada ABC News pada awal September.
"Dan saya harap kita akan melihat transparansi semacam ini dari pemerintahan ini," tambahnya.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, baru-baru ini merilis sekitar 170 ribu halaman dokumen kepada publik terkait peristiwa yang sama
Arsip tersebut mencakup catatan mengenai kualitas udara, persoalan kesehatan, serta respons pemerintah kota tepat setelah serangan 9/11.
(mge/rds)

3 hours ago
1














































