Turki Kecam Israel, Waswas 'Aksi Genosida Baru' Netanyahu di Lebanon

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan udara Israel kembali memborbardir wilayah selatan Beirut, ibu kota Lebanon sepanjang akhir pekan lalu.

Israel mengklaim mereka menargetkan kelompok milisi Hizbullah yang didukung Iran di wilayah Lebanon tersebut.

Sementara itu, Turki menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon akhir pekan lalu. Negeri yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan itu menyuarakan kekhawatiran bahwa Israel dapat melakukan 'genosida baru' di Lebanon dengan dalih memerangi Hizbullah yang didukung Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus terang, kami prihatin (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu bergerak menuju genosida baru dengan dalih memerangi Hizbullah," kata Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dalam konferensi pers akhir pekan lalu seperti dikutip dari AFP.

"Masyarakat internasional harus bertindak sesegera mungkin dalam menghadapi kejahatan yang terus dilakukan Israel."

Teranyar, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (16/3), Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan kekhawatiran akan terjadi bencana kemanusiaan Timur Tengah lain di Lebanon. Sebelumnya, Israel menjadi aktor utama dalam dugaan 'genosida' di Palestina--Gaza dan Tepi Barat--serta serangan ke Iran.

"Kami mengutuk keras operasi darat Israel di Lebanon, yang memperburuk ketidakstabilan di kawasan ini," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP.

"Penerapan kebijakan genosida dan hukuman kolektif oleh pemerintahan (Benjamin) Netanyahu, kali ini di Lebanon, akan menyebabkan bencana kemanusiaan lain di kawasan ini," lanjutnya.

Pada akhir pekan lalu, otoritas kesehatan Lebanon menyatakan dalam serangan Israel yang diluncurkan dengan dalih memburu target Hizbullah itu ada 12 tenaga medis tewas. Mereka di antaranya dokter-dokter, perawat atau paramedis, dan suster. Mereka terluka saat roket Israel menghantam klinik kesehatan di pusat kota Burj Qalawiya

Dalam sebuah pernyataan, mliter Israel (IDF) mengatakan dalam beberapa hari terakhir pasukannya 'telah memulai operasi darat terbatas dan terarah' terhadap benteng-benteng utama Hizbullah di Lebanon selatan.

"Aktivitas ini merupakan bagian dari upaya pertahanan yang lebih luas" dan mencakup "pembongkaran infrastruktur teroris dan eliminasi teroris... untuk menghilangkan ancaman dan menciptakan lapisan keamanan tambahan bagi penduduk Israel utara," katanya.

Operasi darat tersebut didahului serangan udara dan artileri, tambahnya.

Pengumuman ini menggemakan pernyataan serupa yang dikeluarkan pada 2024 silam, ketika Israel dan Hizbullah berperang besar di Lebanon. Dan, pada 2023, ketika militer melancarkan serangan darat di Gaza sebagai tanggapan terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober.

Dalam pernyataan selanjutnya, kepala militer Israel (IDF) Eyal Zamir mengatakan tentaranya "memperkuat Komando Utara dengan pasukan tambahan untuk memperkuat postur pertahanan garis depan".

Zamir mengatakan pasukan IDF telah membunuh "lebih dari 400 teroris" dalam perang terbaru mereka dengan Hizbullah.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pekan lalu ketika kelompok Hizbullah yang didukung Teheran menyerang Israel Itu merupakan tanggapan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel di awal Ramadan ini.

Kepala Hizbullah Naim Qassem mengatakan pada hari Jumat bahwa kelompoknya siap untuk konfrontasi panjang dengan Israel, karena Israel mengancam akan membuat Lebanon membayar "harga yang semakin mahal" dalam kerusakan infrastruktur.

"Kami telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan insya Allah, mereka (Israel) akan terkejut di medan perang," kata Qassem dalam pidato televisinya yang kedua sejak perang terbaru dimulai.

"Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana."

(afp/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |