Ukraina Tuduh Hungaria-Slovakia Lakukan Pemerasan Energi

22 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Ukraina menuding Hungaria dan Slovakia melakukan 'ultimatum dan pemerasan' energi setelah kedua negara itu mengancam akan menghentikan pasokan listrik darurat ke Kyiv jika Ukraina tidak segera melanjutkan transit minyak Rusia.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengecam keras ancaman tersebut. Kyiv menilai tekanan yang disampaikan dua negara anggota Uni Eropa dan NATO itu tidak dapat dibenarkan, terlebih di tengah perang yang masih berlangsung.

"Ukraina menolak dan mengutuk ultimatum serta pemerasan oleh pemerintah Hungaria dan Republik Slovakia terkait pasokan energi di antara negara kita," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina, mengutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ultimatum seharusnya ditujukan ke Kremlin, dan tentu bukan ke Kyiv."

Sengketa minyak Rusia

Pengiriman minyak Rusia ke Hungaria dan Slovakia terhenti sejak 27 Januari, ketika serangan drone Rusia dilaporkan menghantam peralatan pipa di wilayah barat Ukraina. Kyiv menyebut gangguan tersebut akibat serangan Moskow, sementara Bratislava dan Budapest menuding Ukraina bertanggung jawab atas lamanya penghentian aliran minyak.

Slovakia dan Hungaria merupakan dua negara Uni Eropa yang masih sangat bergantung pada minyak Rusia yang dikirim melalui jaringan pipa era Soviet, Druzhba, yang melintasi wilayah Ukraina.

Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, pada Sabtu (22/2) menyatakan akan meminta perusahaan listrik milik negara, SEPS, untuk menghentikan pasokan listrik darurat ke Ukraina dalam dua hari jika transit minyak Rusia tidak dipulihkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, juga menyampaikan ancaman serupa beberapa hari lalu.

Ketergantungan listrik Ukraina

Ancaman tersebut berpotensi menambah tekanan besar bagi Ukraina. Hungaria dan Slovakia selama ini menyumbang sekitar setengah dari ekspor listrik darurat Eropa ke Ukraina.

Pasokan itu krusial bagi Kyiv yang semakin bergantung pada impor energi setelah jaringan listriknya rusak akibat serangan Rusia.

Sejak Oktober tahun lalu, Rusia meningkatkan serangan drone dan misil terhadap infrastruktur energi Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik dan pemanas dalam waktu lama, membuat jutaan warga Ukraina menghadapi musim dingin yang keras tanpa pasokan energi stabil.

Kyiv menyebut ancaman penghentian listrik sebagai tindakan "provokatif dan tidak bertanggung jawab" yang mengancam keamanan energi kawasan secara keseluruhan.

Di tengah ketegangan itu, Ukraina menyatakan tetap membuka opsi jalur alternatif untuk mengalirkan minyak ke Eropa selama perbaikan pipa berlangsung. Dalam surat yang dilihat Reuters, misi Ukraina untuk Uni Eropa mengusulkan pengiriman melalui sistem transportasi minyak domestik Ukraina atau rute maritim.

Salah satu opsi yang disebut adalah penggunaan pipa Odesa-Brody yang menghubungkan pelabuhan utama Ukraina di Laut Hitam dengan jaringan Uni Eropa.

Perselisihan ini menjadi salah satu yang paling panas antara Ukraina dan dua negara tetangganya tersebut. Meski sama-sama anggota Uni Eropa dan NATO, kepemimpinan di Budapest dan Bratislava kerap mengambil sikap berbeda dari mayoritas negara Eropa yang mendukung Ukraina, serta dikenal memiliki hubungan lebih hangat dengan Moskow.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |