Xi Jinping Marah, China Sebut Presiden Taiwan 'Kompor Perang'

9 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

China menyebut Presiden Taiwan Lai Ching Te sebagai "penyulut perang" menyusul wawancaranya dengan media yang vokal membicarakan China.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pernyataan Lai yang mewanti-wanti negara di kawasan Indo Pasifik terutama Jepang dan Filipina bisa menjadi target aneksasi China jika Beijing berhasil menduduki Taiwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pernyataan Lai Ching Te memperlihatkan sikap keras kepala yang pro-kemerdekaan, sekaligus membuktikan ia adalah pengganggu perdamaian, pencipta krisis, dan penyulut perang," kata juru bicara kementerian luar negeri Lin Jian dalam konferensi pers rutin, dikutip AFP.

"Apapun yang dikatakan Lai Ching Te tidak akan mengubah fakta sejarah dan hukum Taiwan adalah bagian dari wilayah China," tambah dia.

Sebelumnya, dalam wawancara khusus dengan AFP, Lai mengatakan jika Taiwan dianeksasi China, ambisi ekspansionis Beijing tidak akan berhenti di sana.

Ia menyebut Jepang, Filipina, dan negara lain di kawasan berpotensi terancam, dengan dampak yang bisa meluas hingga Amerika Serikat dan Eropa.

China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya dan mengancam akan menggunakan kekuatan untuk menempatkan pulau itu di bawah kendalinya.

Di tengah ketegangan itu, Taiwan meningkatkan upaya memperkuat hubungan keamanan dan ekonomi dengan Eropa, yang merupakan pasar ekspor terbesar ketiganya.

Langkah ini dilakukan di tengah munculnya pertanyaan mengenai kesediaan AS membela pulau itu jika terjadi serangan dari China.

Dalam wawancara itu, Lai juga menyerukan peningkatan kerja sama di bidang pertahanan dan kecerdasan buatan antara Taiwan dan Eropa.

Ia menambahkan Taipei akan mendukung perusahaan chipnya berinvestasi di luar negeri, termasuk di Eropa.

Selama ini, konsentrasi produksi chip di Taiwan dipandang sebagai faktor penangkal potensi serangan China sekaligus alasan bagi AS untuk mempertahankan pulau itu.

Menanggapi langkah Taiwan memperluas kerja sama dengan Eropa, Kemlu China menilai peningkatan itu tidak akan efektif melindungi pulau itu.

"Mencari kemerdekaan dengan mengandalkan dukungan asing dan menggunakan kekuatan untuk menolak reunifikasi adalah tindakan yang sangat keliru dan pasti akan gagal," kata Lin kepada wartawan.

Meski Taiwan telah menggelontorkan miliaran dolar untuk memodernisasi militernya dalam satu dekade terakhir, Washington masih menekan Taipei untuk meningkatkan belanja pertahanan.

AS juga mendesak Taiwan memperluas kapasitas produksi semikonduktor di wilayahnya.

(rnp/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |