Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menjadi sorotan usai gelombang demonstrasi menjalar di negara tersebut sejak beberapa pekan lalu.
Warga mulanya protes karena inflasi yang tinggi, desakan lalu meluas menuntut pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam demo tersebut, pihak berwenang dilaporkan menggunakan kekuatan berlebih. Sementara itu, pemerintahan Khamenei menyebut unjuk rasa ini disusupi kepentingan asing dalam hal ini Amerika Serikat dan Israel.
Berikut fakta-fakta terbaru demo besar-besaran di Iran.
1. korban tewas capai 646
Kantor berita hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan jumlah korban tewas selama demonstrasi di Iran baru-baru ini mencapai 646 jiwa.
Dari jumlah korban tewas, 505 di antaranya merupakan demonstran dan sembilan anak-anak. HRANA juga melaporkan sebanyak 10.721 orang ditangkap, demikian dikutip ABC News.
2. Presiden Iran ikut demo
Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ikut demo yang mendukung pemerintah Iran pada Senin (12/1).
Televisi pemerintah Iran melaporkan demo itu bertajuk "pemberontakan Iran melawan terorisme Amerika-Zionis." Warga memadati jalan-jalan Teheran dan menuju Enqelab Square.
Dalam video yang beredar tampak Massoud mengenakan jaket biru dan dikelilingi para pejabat, demikian dikutip Al Jazeera.
Dalam demo itu, warga juga mendengarkan pidato ketua parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang mengecam intervensi Barat. Ia menyebut Iran sedang berperang di empat front.
"Perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, dan hari ini perang melawan terorisme," kata Ghalibaf, dikutip The Guardian.
3. Khamenei tuduh AS incar minyak Iran
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menilai pemerintahan Donald Trump ikut campur urusan negara tersebut di tengah demonstrasi massa. Khamenei menduga Trump punya motif lain yakni mengincar minyak Iran.
"Mereka memulai konflik ini. AS yang memulainya, musuh yang bergantung pada AS yang memulai ini," kata dia.
Khamenei lalu berujar, "Mengapa mereka memulai ini? Mengapa AS begitu muak dan marah terhadap Iran? Alasannya jelas. Itu karena kekayaan negara ini."
Iran pernah punya riwayat diguncang demo besar hingga pergantian pemerintahan. Namun, perubahan itu juga tak lepas dari campur tangan asing.
4. Iran siap perang lawan AS
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan siap berperang jika Amerika Serikat ikut campur urusan di negara Timur Tengah ini menyusul demonstrasi massal sejak beberapa hari lalu.
Juru bicara Kemlu Iran Esmail Baghaei menegaskan pemerintah tak ingin perang dan tak akan melakukan serangan terlebih dahulu.
"Kami tak ingin perang, tapi kami sepenuhnya siap untuk itu, bahkan lebih siap daripada perang sebelumnya," kata Baghaei pada Senin (12/1), dikutip CNN.
Dia lalu berujar, "Alasannya jelas: cara terbaik untuk mencegah perang adalah dengan bersiap untuk perang, agar musuh kita tak lagi melakukan salah perhitungan."
Namun, Baghaei juga menegaskan Iran terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat.
5. Warga AS diminta keluar Iran
Pemerintahan Donald Trump meminta warga negara Amerika Serikat untuk segera keluar dari Iran menyusul ancaman serangan Negeri Paman Sam.
Kedutaan Besar Virtual AS di Iran menyerukan warga Amerika segera pergi dari Iran secara mandiri melalui perbatasan-perbatasan yang masih dibuka.
"Warga negara AS amat disarankan untuk segera meninggalkan Iran secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah AS," demikian pernyataan Kedubes AS, seperti dikutip Iran International.
(isa/rds)

12 hours ago
8














































