Anwar Ibrahim: Rp852 M Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery

18 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengungkapkan ratusan miliar rupiah dana pensiun pegawai negeri sipil (PNS) Malaysia menjadi korban dugaan penipuan oleh startup akuakultur asal Indonesia, eFishery.

Dalam pernyataan tertulis kepada parlemen Malaysia, Anwar yang juga Menteri Keuangan, menyampaikan Kumpulan Wang Persaraan Inc (KWAP) tercatat berinvestasi sebesar US$47,7 juta atau sekitar Rp852 miliar ke startup tersebut.

"Setelah penemuan tersebut, konsorsium investor, termasuk KWAP, telah mengambil langkah-langkah tegas, termasuk tindakan hukum, upaya pemulihan dana, peninjauan tata kelola internal, dan penguatan kontrol," tulis Anwar dalam pernyataan yang dipublikasi di situs web parlemen Malaysia, Kamis (16/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KWAP telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pemantauan investasi terkait eFishery. Temuan-temuan itu dipresentasikan kepada dewan direksi KWAP untuk diteliti dan didiskusikan secara rinci.

Setelah melalui proses diskusi, tindak lanjut yang sesuai telah diambil berdasarkan kerangka tata kelola dan prinsip akuntabilitas lembaga.

Pernyataan Anwar ini menjawab pertanyaan anggota parlemen Wong Chen mengenai tindakan terhadap anggota dewan direksi KWAP, Panel Investasi, dan manajemen senior terkait persetujuan dan pengawasan investasi di eFishery, yang mengakibatkan kerugian signifikan terhadap dana penisun PNS Malaysia.

Anwar dalam keterangan sama menjelaskan bahwa keputusan investasi di eFishery diambil melalui proses uji tuntas dan tata kelola yang telah ditetapkan berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, termasuk laporan keuangan yang diaudit dan diverifikasi oleh auditor yang terakreditasi secara internasional.

"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga telah melakukan uji tuntas independen untuk memastikan semua informasi yang diberikan lengkap dan kredibel sebelum menyetujui investasi tersebut," demikian pernyataan Anwar, seperti dikutip The Star.

"Meski demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang disengaja karena manajemen eFishery telah memanipulasi laporan keuangan perusahaan," lanjutnya, seperti dikutip Free Malaysia Today.

Anwar Ibrahim menambahkan bahwa investor institusional global terkemuka dan dana teknologi, termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund, serta Northstar, juga mengalami kerugian dari eFishery, padahal seluruhnya memiliki proses penilaian investasi, tata kelola, dan pengendalian yang diakui secara internasional.

Investasi KWAP ke eFishery dilaporkan dilakukukan pada Juli 2023.

Tahun lalu, salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, divonis sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, usai dinyatakan bersalah karena memanipulasi laporan keuangan hingga melakukan tindak pidana pencucian uang.

Selain pidana penjara, Gibran juga didenda Rp1 miliar subsidair 190 hari kurungan.

Pada 2024, Gibran diskors dari perusahaan karena pemalsuan pendapatan. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, ia mengaku telah memanipulasi keuangan eFishery tetapi membantah melakukan penggelapan dana.

Masih dalam keterangan yang sama, Anwar menyampaikan bahwa konsorsium investor di eFishery, termasuk KWAP, sedang dalam proses memulihkan dana yang hilang akibat investasi di perusahaan tersebut.

Dia mengatakan konsorsium telah mengajukan laporan kepada pihak berwenang terkait setelah tindakan manajemen eFishery terungkap.

"Konsorsium investor, termasuk KWAP, terus melakukan segala upaya untuk memulihkan dana investasi," kata Anwar.

Pada Sabtu (18/7), KWAP telah mengonfirmasi bahwa mereka berinvestasi di eFishery. Namun, KWAP mengaku menginvestasikan RM163,4 juta atau sekitar Rp712 miliar.

KWAP menyatakan pihaknya kini sedang menempuh semua jalur untuk memulihkan dana tersebut, demikian dilaporkan Malay Mail.

(blq/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |