Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat mengeklaim rezim Ayatollah Iran dalam "kondisi terlemah" sejak mengambil alih kekuasaan monarki dalam Revolusi 1979 berkat gempuran Washington sejak Februari lalu.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee bahkan memuji kesediaan Presiden Donald Trump memerangi Iran "untuk membuat mereka bangkrut".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan kerusakan yang sangat besar," kata Huckabee dalam wawancara dengan Newsmax pada Selasa (12/8).
Huckabee mengklaim bahwa Iran telah "melakukan berbagai tindakan, baik secara langsung maupun melalui proksi-proksinya, yang telah menewaskan ribuan warga Amerika".
Ia juga mempertanyakan kenapa banyak warga AS yang justru tidak mendukung langkah Trump memerangi Iran, yang menurutnya bukan hanya ancaman bagi Timur Tengah, tapi juga ancaman global.
Salah satu yang ia singgung adalah bagaimana Iran terus mendukung milisi-milisi di Timur Tengah yang memusuhi dan memerangi AS.
"Saya tidak tahu mengapa banyak warga Amerika tampaknya tidak menyadari bahwa persoalan dengan Iran ini bukanlah masalah Timur Tengah. Ini adalah masalah global," tambahnya seperti dikutip Al Jazeera.
"Hizbullah (milisi pro-Iran di Lebanon) sudah berada di 12 negara di Belahan Bumi Barat. Mereka tidak berada di sana untuk membuka kedai es serut di Amerika Selatan. Mereka berada di sana karena memiliki tujuan akhir, yaitu kematian bagi Amerika," kata Huckabee kepada Newsmax.
"Itulah yang telah mereka katakan selama 47 setengah tahun. Kita perlu menganggap mereka serius."
(rds/bac)

4 hours ago
2
















































