Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat mengaku telah menghubungi pemerintah Venezuela dan sedang memobilisasi bantuan, pascagempa besar yang mengguncang negara Amerika Selatan itu pada Rabu (24/6).
"Kami telah menghubungi pihak berwenang dan memobilisasi bantuan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela, Christopher Landau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan gempa bumi tersebut "sangat dahsyat".
Pejabat Departemen Luar Negeri AS, Jeremy Lewin, mengatakan pihaknya telah memobilisasi tim bantuan bencana dan gugus tugas untuk memberikan dan mengoordinasikan bantuan penting kepada warga Venezuela.
"Bekerja sama dengan mitra kami di pemerintahan sementara Venezuela, AS akan mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, pasokan medis dan kemanusiaan, serta sumber daya lainnya pada hari-hari pertama yang krusial setelah bencana alam tragis ini," kata Lewin.
Selain itu, Kedutaan Besar AS di Caracas melaporkan bahwa semua personelnya telah terdata.
Dua gempa bumi besar melanda sebelah barat ibu kota Venezuela, menyebabkan sejumlah bangunan runtuh dan korban jiwa berjatuhan.
Pemerintah Venezuela belum mengumumkan data resmi korban jiwa dan luka-luka. Namun laporan Survei Geologi AS (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas bisa melampaui 10 ribu orang.
Hubungan antara AS dan Venezuela memanas dalam beberapa bulan terakhir, setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam serangan mematikan di ibu kota pada bulan Januari.
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menjalin komunikasi dengan pemerintah sementara yang dipimpin oleh mantan sekutu Maduro, Delcy Rodriguez, termasuk dalam kesepakatan agar AS menjual minyak Venezuela, dan telah mengeluarkan keringanan sanksi untuk mendorong investasi AS.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
2
















































