Jakarta, CNN Indonesia --
China membantah keras tuduhan Uni Eropa (UE) yang menyebut Beijing melatih personel militer Rusia untuk bertempur di Ukraina. Pemerintah China menyebut klaim tersebut sebagai fitnah yang tidak memiliki dasar fakta.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (16/6) menanggapi pernyataan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa blok tersebut telah memverifikasi laporan mengenai keterlibatan militer China dalam pelatihan pasukan Rusia.
"Klaim terkait tidak memiliki dasar fakta. Itu murni fitnah dan upaya mencemarkan nama baik," kata juru bicara tersebut dalam konferensi pers rutin dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuduhan terbaru ini kembali menyoroti hubungan erat antara Beijing dan Moskow di tengah perang yang telah berlangsung sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.
Sejak awal konflik, China berupaya menampilkan diri sebagai pihak netral. Namun, negara-negara Barat dan sekutu Ukraina berulang kali menuduh Beijing diam-diam membantu Rusia, baik secara ekonomi maupun melalui dukungan lain yang tidak diungkapkan secara terbuka.
Kallas pada Senin (15/6) menyatakan Uni Eropa kini telah "memverifikasi laporan bahwa militer China melatih personel militer Rusia untuk bertempur di Ukraina". Ia bahkan menyebut Beijing sebagai "fasilitator utama" yang memungkinkan perang tersebut terus berlangsung.
Laporan mengenai dugaan pelatihan itu sebelumnya muncul di sejumlah media pada bulan lalu. Media-media tersebut mengutip penilaian badan intelijen Eropa yang meyakini China telah menyelenggarakan pelatihan bagi tentara Rusia.
Seorang pejabat senior Uni Eropa pada Jumat (12/6) turut mengonfirmasi laporan tersebut. Menurutnya, pelatihan berlangsung di beberapa lokasi di China dan melibatkan "ratusan" personel militer Rusia.
Sebagai respons terhadap dugaan keterlibatan tersebut, Kallas mengatakan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah entitas asal China.
Tuduhan itu semakin memperkuat kecurigaan di kalangan negara-negara Barat bahwa Beijing memberikan dukungan material kepada Moskow dalam skala yang lebih besar dibandingkan yang selama ini diakui secara resmi.
Hubungan China dan Rusia memang semakin erat sejak perang Ukraina pecah. Ketika Rusia menghadapi isolasi diplomatik dan tekanan ekonomi dari Barat, China menjadi salah satu mitra ekonomi terpenting yang membantu menopang perekonomian Moskow.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
6















































