Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) Amerika Serikat, John Ratcliffe, melakukan perjalanan ke Rusia pada Selasa (25/8) untuk bertemu dengan pejabat Rusia.
Perjalanan ini akan menjadi kunjungan pertama kepala mata-mata AS ke Moskow, sejak pendahulu Ratcliffe, William Burns, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin pada November 2021. Sekitar tiga bulan setelah pertemuan itu, Rusia mulai melancarkan invasi ke Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah media yang melaporkan kabar kunjungan Ratcliffe tak menyebut siapa pejabat Rusia yang akan ditemui, atau apa saja yang akan dibahas dalam pembicaraan tersebut.
CIA sejauh ini menolak berkomentar, sementara juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tidak membenarkan atau membantah laporan itu. Peskov hanya memastikan Putin tidak berencana mengadakan pertemuan dengan Ratcliffe.
Dilansir Al Jazeera, AS pekan lalu meminta Ukraina untuk tidak melancarkan serangan udara di sekitar Moskow, St. Petersburg, dan beberapa wilayah utara Rusia pada hari Senin, Selasa, dan Rabu minggu ini.
Seorang sumber menyebut permintaan itu bersamaan dengan rencana penerbangan pesawat yang membawa seorang pejabat senior AS ke Moskow.
AS sebelumnya juga memperingatkan negara-negara untuk memutuskan hubungan bisnis dengan Iran, atau akan menghadapi sanksi sekunder. AS sendiri tak memiliki duta besar untuk Rusia, yang punya kemitraan strategis erat dengan Iran terkait militer, ekonomi, dan hubungan diplomatik.
Iran diketahui memasok drone ke Rusia untuk perangnya melawan Ukraina. Maret lalu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga menuduh Rusia memasok drone versinya ke Iran.
Pada April lalu, intelijen Ukraina melaporkan bahwa Rusia turut membantu Iran dengan citra satelit untuk digunakan menargetkan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
(dna)

4 hours ago
1

















































