Siapa Profesor Malaysia yang Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang?

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang profesor di Universitas Islam Internasional Malaysia (International Islamic University Malaysia/IIUM) dipecat buntut klaim-klaim kontroversialnya mengenai sejarah Melayu.

Solehah Yaacob, profesor linguistik di IIUM, dipecat universitas setelah sejumlah pernyataannya viral dan menuai kontroversi di kalangan akademisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pernyataan Solehah yakni bahwa orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan kungfu terbang kepada orang China.

"Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengeklaim hubungan apa pun dengan universitas. IIUM berharap klarifikasi ini akan membantu menghindari kesalahpahaman dan menjunjung tinggi integritas serta kedudukan akademik universitas," demikian pernyataan IIUM.

Siapa Solehah Yaacob?

Solehah Yaacob merupakan ahli bahasa, akademisi, dan penulis yang menjabat sebagai profesor linguistik Arab di IIUM.

Perempuan asli Melayu tersebut dikenal karena karya ilmiahnya mengenai filsafat tata bahasa Arab dan perkembangan historis bahasa tersebut.

Ia belakangan ini disorot karena serangkaian klaim pseudo-historis terkait orang Melayu.

Tahun lalu, ia memicu kontroversi karena mengeklaim orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan seni kungfu terbang kepada orang China. Sejarawan Malaysia menyebut klaim Solehah mitos dan bukan sejarah.

Pada November 2025, Solehah juga memicu kontroversi usai mengatakan bahwa bangsa Romawi belajar membuat kapal dari pelaut-pelaut Melayu. Pernyataan ini diwartakan berbagai media Malaysia hingga IIUM membentuk panel penyelidikan internal untuk memeriksa klaim Solehah, sambil memproses disiplin yang bersangkutan.

Di bulan yang sama, seorang akademisi Malaysia, Sharifah Munirah Alatas, menunjukkan bahwa artikel akademis tahun 2018 yang ditulis Solehah mengutip sumber berita satir The Onion sebagai bukti faktual. Sharifah pun mendesak makalah tersebut ditarik dan direvisi serta wajib melalui peninjauan sejawat yang ketat sebelum diajukan untuk dipublikasi kembali.

Meski Sharifah tidak menyebutkan gamblang nama Solehah, artikel dengan judul "Diskursus tentang Garis Waktu Kerangka Kompilasi Alkitab: Hubungan dengan Perkembangan Sumber Islam" ditulis oleh Solehah Yaacob.

Awal bulan ini, Solehah juga menjadi perhatian setelah menyampaikan teori bahwa banyaknya endapan bijih besi di Kedah kemungkinan berasal dari hantaman meteor, yang salah satunya disebut menubruk Gunung Jerai. Teori ini dibantah dengan studi arkeologi bijih besi yang ditemukan di Kompleks Arkeologi Sungai Batu.

Studi itu menyebut bijih besi di Kedah berasal dari bumi dan tidak ada catatan hujan meteor di kawasan tersebut.

Pernyataan kontroversial Solehah lainnya dilontarkan pada September 2024, ketika ia mengeklaim Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW, kemungkinan berasal dari dunia Melayu. Solehah kemudian membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan videonya soal itu telah diedit.

Berdasarkan laman IIUM yang kini telah dihapus, Solehah menempuh seluruh pendidikan tingginya di IIUM. Ia menyelesaikan gelar sarjana di bidang bahasa dan sastra Arab serta meraih gelar magister di bidang Pengajaran Bahasa Arab sebagai Bahasa Kedua.

Solehah kemudian memperoleh gelar PhD di bidang linguistik Arab dengan disertasi yang meneliti evolusi historis teori klasik 'amal, sebuah landasan analisis tata bahasa Arab.

Solehah memulai kariernya di kampus tempatnya belajar pada tahun 1995. Ia kemudian diangkat sebagai profesor penuh pada 2020.

Ia juga bekerja sebagai editor kepala Jurnal Penelitian Khusus Bahasa Arab (J-ALSR) dan telah mengawasi publikasi tentang debat kontemporer dan klasik dalam linguistik Arab.

Dia juga telah berkolaborasi dengan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), IIIT, dan badan penelitian nasional lainnya tentang studi bahasa Arab dan Islamisasi ilmu humaniora.

(bac)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |