Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Wali Kota New York sekaligus pengacara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rudy Giuliani, menduga Raja Inggris Charles III mungkin seorang Muslim.
Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara di Youtube milik jurnalis Inggris Piers Morgan pada Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya orang-orang dari Inggris yang mengatakan kepada saya bahwa kalian akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun," ujarnya kepada Morgan, dikutip Middle East Eye.
"Gereja Katolik Roma kini lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin menjadi raja Muslim Inggris," tambah dia.
Giuliani juga menuding bahwa umat Muslim di Inggris sedang mengambil alih Inggris dan hal tersebut menjadi tujuan mereka.
"Inggris sedang mengambil alih dan memang ingin mengambil alih, dan itu adalah tujuan mereka. Iran menjadi bahan bakar di balik hal tersebut. Jika Republik Islam Iran disingkirkan, situasinya akan bergerak ke arah sebaliknya," ujarnya.
Morgan kemudian menyampaikan bahwa sekitar lima persen penduduk Inggris yang beragama Muslim.
"Tidak masalah. Mereka memiliki kekuatan besar. Berapa banyak jabatan wali kota yang mereka miliki? Jumlahnya banyak," ujar Giuliani merespons ucapan Morgan.
Terdapat beberapa wali kota terpilih di Inggris yang beragama Muslim, termasuk Wali Kota London, Sadiq Khan.
Gagasan raja secara diam-diam seorang Muslim merupakan teori konspirasi yang cukup populer di dunia maya.
Charles merupakan kepala Gereja Inggris, ia diketahui mengagumi Islam dan mempelajari bahasa Arab untuk membaca Al-Qur'an.
Sang raja juga menyatakan Islam, Yudaisme, dan Kristen merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan dibandingkan yang umumnya dipahami.
Sebaliknya, Charles menyebut komunitas Muslim di Inggris sebagai aset yang memperkaya kekayaan budaya negara itu.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
9















































