Gabung Board of Peace, Rusia Masih Serang Ukraina Tewaskan 12 Orang

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia kembali melancarkan serangan ke Ukraina yang menewaskan sedikitnya 12 orang, tak lama setelah Moskow bergabung dalam Board of Peace, pada Minggu (1/2).

Serangan drone Rusia terhadap sebuah bus terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan perundingan damai baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini, musuh melakukan serangan bengis dan terarah terhadap para pekerja sektor energi di wilayah Dnipro," tulis Menteri Energi Denys Shmyhal di Telegram, seperti dikutip Al Jazeera.

"Akibat serangan teroris itu, sebanyak 12 pekerja tambang tewas dan tujuh lainnya luka-luka," tambah dia.

Rekaman yang diposting oleh Layanan Darurat Negara menunjukkan sebuah bus hangus dengan jendela pecah yang keluar jalur.

Menurut Shmyhal, serangan di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tenggara, merupakan aksi yang disengaja dan kejam terhadap para pekerja sektor energi.

Perusahaan energi DTEK selaku pemberi kerja menyatakan para korban tengah dalam perjalanan pulang usai menyelesaikan shift kerja.

Melansir situs Reuters, serangan drone juga menghantam sebuah rumah di Dnipro, dengan sedikitnya dua orang tewas.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, sebanyak sembilan orang terluka dalam serangan terhadap rumah sakit bersalin dan kawasan permukiman di Zaporizhzhia.

Seorang warga Zaporizhzhia, Daria Makarenko (29), meluapkan kemarahannya terhadap Rusia setelah rumah tetangganya rusak akibat serangan itu.

Ia mempertanyakan bagaimana serangan terhadap warga sipil bisa terus terjadi, sambil menangis dan mengecam tindakan pasukan Rusia.

"'Kami tidak menyerang energi, tapi kami bisa menghancurkan manusia'?" ujarnya dengan nada mengejek.

"Bagaimana bisa seperti itu? Mengapa orang-orang tak bersalah yang harus disalahkan?" tambah dia.

Selain itu, seorang veteran Ukraina, Anatoliy Veresenko (65), mengatakan dirinya tetap waspada kemungkinan serangan baru dan tidak menaruh harapan pada proses perundingan damai.

"Perundingan tetaplah perundingan. Kami berharap damai, tetapi kami tetap harus bertempur dan memastikan kemenangan," ujarnya.

Ukraina kini berada di bawah tekanan Amerika Serikat untuk menyetujui kesepakatan damai dalam konflik yang hampir memasuki tahun keempat.

Perundingan trilateral pertama antara Ukraina dan Rusia yang didukung AS telah berlangsung pada akhir Januari, tetapi belum menghasilkan kemajuan dalam isu utama wilayah.

Moskow masih menuntut Kyiv menyerahkan tambahan wilayah di timur Ukraina, tuntutan yang tetap ditolak.

Zelensky mengatakan putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan pada 4 hingga 5 Februari dan menegaskan kesiapan Ukraina untuk terlibat dalam perundingan.

Di saat yang sama, negara itu masih menghadapi serangan udara Rusia yang terus merusak jaringan energi nasional di tengah musim dingin ekstrem.

Kremlin sebelumnya menyatakan kesediaan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi hingga Minggu atas permintaan Presiden AS Donald Trump, dan Ukraina menyatakan akan mengikuti langkah itu.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |