Gelombang Kelima Serangan Balasan ke AS, Rudal Iran Kena HIMARS Kuwait

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan fase kelima serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Arab pada Senin (13/7).

IRGC menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan "instalasi dan infrastruktur militer agresor Amerika Serikat" di Juffair, Bahrain, serta "radar udara jarak jauh FPS dan radar pendeteksi kapal di Oman".

IRGC mengeklaim serangannya itu berhasil menghancurkan sistem radar di Oman serta menargetkan fasilitas militer AS di wilayah selatan Manama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain menargetkan fasilitas dan infrastruktur militer Amerika Serikat di Juffair, Bahrain, yang kini dilanda kebakaran, angkatan laut Korps Garda Revolusi juga telah menargetkan dan menghancurkan radar udara jarak jauh FPS serta radar pendeteksi kapal di Kesultanan Oman," demikian bunyi pernyataan IRGC yang dipublikasikan melalui kantor berita Sepah, seperti dikutip AFP.

IRGC juga sebelumnya menyatakan telah melancarkan serangan ke Kuwait dalam fase keempat operasi balasannya pada Senin dini hari.

IRGC mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan rudal darat-ke-darat milik Amerika Serikat di Kuwait, "membakar dua peluncur rudal HIMARS beserta gudang penyimpanan rudal, sehingga keduanya hancur total."

Dikutip Al Jazeera, IRGC mengklaim bahwa sistem radar di Oman berhasil dihancurkan.

Dalam pertanyaannya, IRGC juga mengultimatum Amerika Serikat "satu-satunya cara untuk membuka kembali Selat Hormuz"

IRGC menegaskan satu-satunya syarat Iran akan membuka lagi Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia, adalah dengan mengakhiri intervensi militer agresif Amerika di selat tersebut.

"Dan menghormati kedaulatan negara-negara atas wilayah perairan pesisir mereka sendiri. Kelanjutan intervensi tersebut akan memicu insiden yang lebih besar di sektor minyak dan gas dunia," tambahnya.

AS dan Iran terus saling melancarkan serangan udara dalam beberapa hari terakhir terlepas dari gencatan senjata dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang yang keduanya sudah sepakat.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan pasukannya telah melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap puluhan target di Iran. Rentetan serangan baru AS ini berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.

CENTCOM mengatakan pesawat tempur, kapal perang, dan drone militer AS telah "menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran... dengan menghantam puluhan target di berbagai lokasi menggunakan amunisi berpemandu presisi guna melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional yang melintasi Selat Hormuz."

Perang AS-Iran selama sepekan terakhir disebabkan oleh saling klaim kedua negara mengenai jalur perdagangan energi yang sangat strategis tersebut.

IRGC mewanti-wanti Selat Hormuz kini "ditutup" dan berulang kali menegaskan perairan itu tetap di bawah kontrol Iran, sementara AS menegaskan selat tersebut tetap terbuka bagi lalu lintas maritim dan tidak berada di bawah kendali Iran.

(rds/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |