Influencer China Ditangkap gegara Aksi Terjun Payung dari Apartemen

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang influencer di China ditangkap polisi usai terjun payung dari puncak apartemen yang berlokasi di wilayah padat penduduk.

Ren, pria berusia 23 tahun, diamankan petugas kepolisian gara-gara terjun payung dari apartemen pada 30 Juni lalu pukul 23.00 malam waktu setempat.

Aksi ekstremnya itu direkam dan dibagikan di media sosialnya keesokan harinya. Ren berupaya meningkatkan traffic di akunnya dengan cara tersebut, demikian dilaporkan Qilu Evening News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut polisi Distrik Chenghua, Provinsi Sichuan, Ren telah sangat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan publik. Buntut aksinya, ia dikenakan penahanan administratif selama 15 hari yang kini sedang berlangsung.

Ren memiliki 60.000 pengikut di sebuah platform media sosial terkemuka. Akun tersebut saat ini telah diblokir.

Pihak kepolisian menegaskan terjun payung hanya boleh dilakukan dengan izin dari pihak berwenang dan hanya dapat dilakukan di tempat-tempat yang telah ditentukan. Tanpa izin resmi, penerjun payung dilarang beraksi di tempat umum seperti gedung-gedung di pusat kota dan jembatan.

Polisi menyatakan siapa pun yang melanggar hukum dengan terjun payung dari menara hunian atau di daerah lain dengan kepadatan penduduk tinggi akan dihukum berat.

Video yang direkam Ren menunjukkan dirinya berjarak cukup dekat dengan bangunan perumahan dan pepohonan saat melompat dengan parasut. Banyak warganet yang khawatir dengan aksinya dan mengecam Ren karena telah membahayakan orang lain.

"Ini terlalu berbahaya! Ada kemungkinan dia akan menabrak seseorang di jalan. Dia tidak hanya membahayakan nyawanya sendiri tetapi juga nyawa orang lain. Dia harus menerima hukuman berat," kata salah satu pengguna.

"Hanya demi mendapatkan banyak pengunjung online, dia melakukan ini tanpa mempedulikan konsekuensinya. Saya tidak bisa memahaminya," kata warganet lain.

Netizen lain bahkan menyarankan polisi untuk menahannya lebih lama agar tindakan dia tak dicontoh orang lain.

Ren dikenal luas di media sosial sebagai "Pelatih Terjun Payung Kakaxi". Sebelum ini, ia juga pernah mengunggah video di media sosial ketika terjun payung dari puncak gedung apartemen pada Mei 2024.

Menurut polisi, identitas Ren tidak asli karena ia tidak memiliki lisensi kepelatihan.

Para influencer di China banyak melakukan aktivitas di luar batas, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Hal itu semata-mata demi mendapat perhatian secara online.

Pada Juni, seorang pria di Provinsi Zhejiang bagian timur ditangkap polisi setelah membagikan video di media sosial yang menunjukkan dirinya mengemudi di jalan tol dengan kecepatan 152 km/jam. Kecepatan ini melebihi batas kecepatan legal di China.

Aksi kebutnya saat itu juga direkam sendiri dari balik kemudi.

Pada 2017, blogger Wu Yongning meninggal dunia akibat kelelahan fisik saat mendaki gedung setinggi 260 meter di Provinsi Hunan tengah selama sesi siaran langsung.

Wu pernah menarik perhatian luas karena aksi ekstremnya memanjat gedung-gedung tinggi tanpa pengamanan apa pun. Ia pernah menjelaskan bahwa ia bekerja sangat keras demi mendapat uang untuk mengobati penyakit ibunya, demikian dilansir dari South China Morning Post (SCMP).

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |