Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Parlemen Iran mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka untuk melakukan diplomasi bilateral kepada negara-negara tetangga, dengan beberapa syarat. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Parlemen atau Majelis Permusyawaratan Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat berbicara kepada Al Jazeera Arabic, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Sabtu (4/4).

Dalam pernyataan tersebut Ghalibaf menyampaikan beberapa poin penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pernyataannya adalah untuk menjaga keamanan kawasan demi kepentingan negara-negara di dalamnya. Di mana keamanan berkelanjutan merupakan prioritas utama bagi Iran.

"Negara-negara di kawasan dapat menjamin kepentingan mereka melalui perjanjian keamanan bilateral dan multilateral tanpa campur tangan asing," tegas Ghalibafdalam pernyataanya tersebut.

Ia juga menekankan bahwa pemicu utama ketidakamanan di kawasan harus disingkirkan, "dan keamanan harus dibangun tanpa keterlibatan AS dan Israel," tambahnya.

Di samping itu, Ghalibaf juga menyatakan bahwa Iran telah bersiap untuk konfrontasi dan membuktikan kemampuan Teheran untuk membela diri.

"Perang ini adalah perangnya Israel, dan kerusakan keamanan serta kerugian yang ditimbulkannya telah berdampak pada dunia," ujar Ghalibaf.

Selain itu, Iran mengaku terpaksa menargetkan pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat (AS) di kawasan, demi mempertahankan eksistensi negaranya.

"Eskalasi ketegangan terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang tegas dan luas terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |