Jakarta, CNN Indonesia --
Garda Revolusi Iran mengatakan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran utama militer Iran dalam serangan balasan pada Kamis (28/5).
Informasi ini berdasarkan keterangan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
"Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut ditargetkan pada pukul 04.50 pagi (0120 GMT)," kata Garda Revolusi, menurut IRIB mengutip AFP, Kamis (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garda Revolusi Iran tidak memberikan detail lokasi sebagai balasan, meskipun Kuwait, sekutu AS, mengatakan pihaknya menanggapi serangan rudal dan drone pada Kamis pagi.
Militer AS kembali memborbardir Iran, dan menargetkan operasi drone Iran. Serangan ini menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Hal tersebut disampaikan seorang pejabat AS, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump membantah laporan Iran tentang kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut.
Pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu (27/5) bahwa militer menembak jatuh empat drone serang Iran dan menyerang stasiun kendali darat di kota pelabuhan Bandar Abbas yang akan meluncurkan drone kelima.
Akibat serangan ini harga minyak kembali melonjak beberapa saat kemudian, padahal kemarin tren penurunan harga minyak terjadi.
(tim/mik)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4
















































