Jakarta, CNN Indonesia --
Israel menegaskan militernya akan terus beroperasi di Lebanon selatan untuk "menghilangkan ancaman" hingga ke luar zona keamanan.
Militer Israel menerbitkan peta yang dinyatakan sebagai "zona keamanan" yang membentang sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mengatakan pasukan akan terus dikerahkan di sana "untuk menghilangkan ancaman dan memperkuat pertahanan penduduk Israel di utara".
"Tentara akan terus menghilangkan ancaman terhadap tentara IDF (Israel) dan warga sipil Negara Israel yang diidentifikasi di luar zona keamanan," demikian pernyataan seorang pejabat militer Israel, dikutip AFP.
Pengumuman Israel muncul setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang pada Rabu (17/6). Dalam kesepakatan itu, pertempuran seharusnya dihentikan di semua lini, termasuk di Lebanon.
Beberapa jam setelah perjanjian itu diteken, media pemerintah Lebanon melaporkan satu orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Lebanon selatan.
Sementara itu, Israel juga mengumumkan kematian salah satu tentaranya pada malam sebelumnya dalam insiden di Lebanon selatan, yang juga menyebabkan tujuh tentara lainnya terluka.
Milisi Hizbullah menarik Lebanon ke dalam perang Timur Tengah sejak Maret lalu dengan menyerang Israel, untuk membalas pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Israel membalas dengan serangan luas di seluruh Lebanon dan melancarkan invasi darat ke wilayah selatan yang berbatasan dengan Israel dan telah lama berada di bawah kekuasaan Hizbullah.
Lebanon dan Israel sendiri telah mengadakan pembicaraan langsung dengan dimediasi AS sejak April lalu, demi memisahkan konflik mereka dari perang regional yang lebih luas.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3















































