Kamala Harris Buka Peluang Maju Lagi di Pilpres AS 2028

14 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris memberi sinyal buka peluang untuk kembali maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2028,

Harris kalah telak dari Donald Trump pada pilpres 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari Al Jazeera, sinyal itu disampaikan Harris saat tampil dalam konvensi tahunan National Action Network bersama tokoh hak sipil AS, Al Sharpton, pada Jumat (10/4) waktu setempat.

Dalam acara tersebut, Sharpton menanyakan langsung apakah Harris akan kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2028.

"Dengar, mungkin saja, mungkin saja. Saya sedang memikirkannya," kata Harris menjawab pertanyaan.

Meski belum memberi kepastian, Harris menegaskan ia memahami betul tanggung jawab seorang presiden karena pernah menjabat sebagai wakil presiden di bawah Joe Biden pada 2021 hingga 2025.

"Saya tahu seperti apa pekerjaan itu, dan saya tahu apa yang dibutuhkan," kata Harris.

Sementara itu, dalam pidatonya pada Kamis (9/4), Harris juga sempat mengkritik kebijakan Trump. Ia menyebut perang AS dan Israel terhadap Iran sebagai perang pilihan dan menilai kepemimpinan Trump membuat Amerika semakin tak bisa diandalkan oleh sekutunya.

"Amerika, di bawah Donald Trump, semakin tidak dapat diandalkan sebagai mitra bagi kawan-kawan kami, dan Amerika juga semakin kehilangan pengaruh," ujar Harris.

Di akhir pernyataannya, Harris tetap belum memberikan jawaban pasti soal peluang maju pada Pilpres 2028. Ia hanya mengatakan masih mempertimbangkan langkah terbaik bagi rakyat Amerika.

Harris merupakan perempuan kulit hitam dan keturunan Asia Selatan pertama yang mendapat nominasi dari partai besar dalam sejarah AS. Ia menjadi kandidat utama Partai Demokrat pada Pilpres 2024 setelah Biden mundur dari pencalonan pada akhir Juli 2024 dan mendukung Harris sebagai penerusnya.

Pencalonan Harris saat itu berlangsung dalam situasi yang tak biasa. Ia menerima nominasi Partai Demokrat melalui voting roll-call, padahal sebelumnya tidak ikut pemilihan pendahuluan sebagai kandidat presiden. Saat itu, waktu menuju pemilu umum juga tinggal kurang dari empat bulan.

Dalam pemilu tersebut, Trump yang maju untuk masa jabatan kedua yang tidak berurutan menang dengan 312 suara elektoral, sementara Harris memperoleh 226. Trump meraih 49,8 persen, sedangkan Harris 48,3 persen.

Selain Harris, sejumlah tokoh Demokrat lain yang disebut-sebut berpeluang maju pada Pilpres 2028 juga hadir dalam forum itu. Di antaranya Gubernur Illinois JB Pritzker, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, dan mantan Menteri Perhubungan Pete Buttigieg.

(anm/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |