Jakarta, CNN Indonesia --
Israel menutup sekolah dan membatasi aktivitas warga usai serangan drone dari Iran menghantam sejumlah wilayah selatan, termasuk Arad dan Dimona, yang dilaporkan melukai ratusan orang.
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel menyatakan kegiatan belajar-mengajar dihentikan sementara hingga Selasa (24/3). Selain itu, warga juga dilarang berkumpul dalam jumlah besar, dengan batas maksimal 50 orang selama periode tersebut.
Kantor berita Kan melaporkan pembatasan ini berlaku di wilayah Negev, Lachish, serta kawasan Laut Mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Al Jazeera, otoritas Israel menyatakan aktivitas berkumpul masih diperbolehkan dengan syarat peserta memiliki akses cepat ke tempat perlindungan jika sirene peringatan udara berbunyi.
Serangan Iran diluncurkan pada Sabtu (21/3), menyasar Arad dan Dimona, dan menyebabkan lebih dari 100 orang terluka. Aksi ini disebut sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz yang terjadi pada hari yang sama.
Dimona diketahui merupakan lokasi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev. Meski demikian, International Atomic Energy Agency (IAEA) menyatakan tidak ada indikasi kebocoran radiasi maupun kerusakan signifikan pada fasilitas tersebut.
(blq/tis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































