CNN Indonesia
Jumat, 28 Mar 2025 08:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Wali Kota Istanbul sekaligus rival Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ekrem Imamoglu, ditangkap polisi Turki pada pekan lalu.
Bagaimana kondisinya sekarang?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imamoglu dibawa ke Penjara Marmara dekat distrik Silivri, Istanbul pada Minggu (22/3).
Pengadilan Turki menjebloskan Imamoglu dan setidaknya 20 orang lain ke jeruji besi sebagai bagian penyelidikan korupsi.
Namun, pengadilan tak mengajukan tuntutan dugaan relasi Imamoglu dengan kelompok bersenjata.
"Meskipun ada kecurigaan kuat membantu organisasi teroris bersenjata, karena sudah diputuskan bahwa ia akan ditangkap karena kejahatan keuangan, (penangkapannya) belum dianggap perlu pada tahap ini," demikian menurut pengadilan pada Minggu, dikutip Al Jazeera.
Di hari itu pula, Kementerian Dalam Negeri mengatakan Imamoglu dicopot dari tugas wali kota setelah dipenjara secara resmi.
Pengadilan tak bisa menunjuk wali kota sementara untuk Istanbul karena dakwaan terorisme tak dijatuhkan. Plt Wali Kota akan dipilih dari dalam dewan kotamadya
Dalam tanggapan pertama setelah putusan pengadilan, Imamoglu bersumpah tak akan menyerah.
"Kita akan bergandengan tangan, mencabut pukulan ini, noda hitam dalam demokrasi kita," kata Imamoglu di X.
Dia lalu berujar, "Saya berdiri tegak tak akan menyerah."
Di unggahan yang lain, Imamoglu mengatakan proses hukum atas penahanannya adalah merupakan "eksekusi ekstrayudisial yang lengkap.
"Artinya pengkhianatan terhadap Turki," ungkap dia.
Imamoglu lantas menyerukan kepada seluruh warga Turki untuk menggelar demonstrasi besar-besaran di seluruh negeri untuk menentang penangkapan dia.
Demo besar-besaran pun muncul nyaris di seluruh Turki. Namun, aksi ini diwarnai penangkapan oleh polisi.
(isa/bac)